Google: ‘Healing’ menjadi kata kunci pilihan orang Indonesia saat mencari tempat wisata favorit

- Selasa, 27 September 2022 | 07:52 WIB
Dibandingkan tahun 2021, ada pergeseran perubahan penelusuran kata kunci di Google ketika pengguna mencoba melakukan pencarian tempat liburan favorit. (Google Meet )
Dibandingkan tahun 2021, ada pergeseran perubahan penelusuran kata kunci di Google ketika pengguna mencoba melakukan pencarian tempat liburan favorit. (Google Meet )



LOMBOK INSIDER – Dibandingkan tahun 2021, ada pergeseran perubahan penelusuran kata kunci di Google ketika pengguna mencoba melakukan pencarian tempat liburan favorit.

Yang cukup menarik, dari raw data yang dihimpun di Google, kata kunci ‘healing’ jauh lebih banyak dipakai oleh pelancong domestik asal Indonesia ketika hendak melakukan pencarian tempat-tempat wisata favorit.

Ini menunjukkan kebutuhan untuk melancong dan melakukan traveling sudah mulai meningkat.

Baca Juga: Pernah kena OTT pungli, ternyata ini sosok suami Tengku Zanzabella yang belum diketahui publik

“Hari Pariwisata Sedunia tidak hanya mengingatkan kita terhadap kebutuhan untuk bepergian dan mengeksplorasi, tetapi juga menemukan berbagai destinasi untuk bersantai dan melarikan diri sejenak dari stres dan hiruk-pikuk kehidupan di kota besar,” ucap Vania Anindiar, Travel Industry Analyst, Google Indonesia.

Dalam event Google Meet yang dilakukan Google bersama dengan jurnalis dari berbagai media di Indonesia, Senin, 26 September 2022, Vania juga menjelaskan mengenai tool baru Google yang khusus difokuskan pada hasil pencarian yang terkait dengan travel, Destination Insights Google.

Dengan menggunakan tool, ini, misalnya kita dapat mengetahui hasil pencarian dalam periode yang sama, misalnya, penelusuran terkait dengan kata kunci “hotel” (naik +30%),  “pantai” (+26%),  “taman”(+19%), “danau” (+13%), dan "gunung” (+7%).

Baca Juga: Deretan desain dapur rumah tipe 36 untuk rumah minimalis indah dan menawan hati

Yang menarik, penelusuran untuk kata kunci “Desa Wisata” naik sebesar 68% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Beberapa kata kunci dalam periode yang sama yang naik, antara lain: “Kintamani” (naik 64%), “Lombok”(+34%), “Singkawang” (+33%), “Ijen” (+30%), “Danau Toba” (+26%), “Bunaken” (+23%), dan “Sabang” (+22%)

Co-founder & CMO tiket.com, Gaery Undarsa, juga berpendapat yang sama terkait trendingnya kata “healing” yang terjadi akhir-akhir ini.

Baca Juga: Jadwal acara TV Trans TV hari ini, Selasa 27 September 2022: Ada Bioskop Trans TV Angel Has Fallen (2019)

Pada masa pandemi, kata dia, mobilitas masyarakat dibatasi dan harus melakukan aktivitas sehari-hari kebanyakan dari rumah. Bepergian ke luar negeri juga dibatasi, menjadikan masyarakat Indonesia hanya wisata di dalam negeri.

Bali adalah tempat liburan paling populer di Indonesia, tetapi Indonesia memiliki lebih banyak lagi tujuan wisata lain yang menawarkan keindahan alam, keberagaman budaya, dan berbagai aktivitas liburan.

"Saat itulah tren staycation dan “liburan dekat rumah” menjadi populer sebagai bentuk “healing” masyarakat dari lelahnya terkungkung dan ingin menemukan lebih banyak lagi  hidden gem Indonesia. Tren ini turut tercermin dalam tingkat pemesanan akomodasi tiket.com yang naik selama tahun 2021-2022,” ungkap Gaery.

Baca Juga: Kisruh dengan Najwa Shihab, sosok Tengku Zanzabella ini sebut polisi sudah banyak kemajuan

Di samping tool Destination Insights, Google juga merekomendasikan fitur Hotel Free Booking Links (yang sudah diperkenalkan sejak 2021), untuk membantu industri pariwisata di Indonesia.

 “Menggunakan alat seperti Hotel Free Booking Links dapat membantu pengusaha hotel untuk menemukan pelanggan baru dan menarik pemesanan langsung atau direct-booking,” tambah Vania.

Hotel Free Booking Links

Hotel Free Booking Links (FBL) merupakan sebuah fitur dari Google untuk membantu industri pariwisata Indonesia dalam memperluas layanan dan memberikan berbagai pilihan kepada publik.

Baca Juga: Siap-siap, kompor gas akan diganti jadi kompor listrik

Dengan mengakses link ini, proses booking dapat dilakukan di situs partner/situs resmi yang dimiliki hotel. Tingkat interaksi dengan pengguna juga naik secara signifikan sejak fitur FBL diperkenalkan tahun lalu.

Hal ini, misalnya, sangat dirasakan oleh Hotel Santika, yang memiliki jejaring hotel di berbagai daerah di Indonesia. Tools dalam bentuk Digital Marketing, baik melalui SEM (Search Engine Marketing), FBL dan lain sebagainya mampu meningkatkan penjualan kamar hotel.

Dengan pelonggaran kebijakan perjalanan antarnegara, kesempatan untuk menjangkau wisatawan luar negeri kembali terbuka. Melalui digital marketing, para pelaku wisata harus memanfaatkan momentum ini sebagai strategi pemulihan.

Halaman:

Editor: Junita Sianturi

Sumber: Siaran Pers Google

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X