Pengen berwisata ke Bali tapi bokek? Ke Desa Pegajahan yuk!

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:45 WIB
Pura di Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabuoaten Serdang Bedagai. (Laman Pemkab Sergai)
Pura di Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabuoaten Serdang Bedagai. (Laman Pemkab Sergai)

LOMBOKINSIDER - Pulau Dewata atau Pulau Bali sampai sekarang merupakan pesona wisata yang begitu paripurna bagi banyak orang.

Pulau Bali memang sungguh eksotis, karena itu enggak heran kalau bule-bule pun begitu kepincut dan ingin ke Bali.

Nah, terus, bagaimana kalau warga di Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Sumatera Utara, bokek alias gak punya banyak duit untuk ke Bali?

Baca Juga: Alicia, putri Engku Emran rasakan kerinduan yang mendalam pada Laudya Chintya Bella

Tenang aja! Bali memang indah, tapi pesona Bali juga ada di sebuah desa nan permai di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.

Nama desa itu adalah Desa Pegajahan. Kalau dari Kota Medan, hanya butuh waktu 1,5 jam untuk sampai ke Desa Pegajahan.

Kalau turis dari provinsi lain ingin ke Desa Pegajahan, maka jaraknya sangat dekat dari Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

Baca Juga: Setelah viral video kakek yang dipukul cucunya, begini nasib mereka...

Dulunya Kabupaten Sergai merupakan bagian dari Deli Serdang sebelum kemudan dimekarkan.

Lalu, apa sih istimewanya Desa Pegajahan sehingga rindu akan Pulau Bali bisa tertutupi?

Di Desa Pegajahan, aktivitas umat Hindu Bali sangat terlihat.

Aroma destinasi Bali begitu kental di Desa Pegajahan. Warga Hindu Bali bisa ada di Desa Pegajahan berkat PTP VI (kini PTPN IV) Unit Kebun Adolina.

Baca Juga: Punya 10 tanda ini? Selamat! Anda ditakdirkan menjadi jutawan di masa depan

Di tahun 1962, perusahaan perkebunan sawit milik BUMN ini mendatangkan 55 keluarga atau sekitar 200 jiwa warga Bali untuk bekerja di Unit Kebun Adolina.

Para pekerja dari Bali ini bersanding dengan para pekerja dari etnis lain di Indonesia seperti Jawa, Batak, Melayu, dan Kalimantan, Simalungun, Tapanuli dan Melayu.

Dulunya Desa Pegajahan pun sering disebut dengan Kampung Kuta, merujuk nama Kuta di Bali.

Wajar, karena di desa ini mayoritas penduduknya dari Bali.

Baca Juga: Momen menggemaskan! Maudy Ayunda sebut Jessie Choi, Mas Oppa, Netizen: jodoh orang indah banget..

Tapi nama Desa Pegajahan lebih dienal orang karena dulu daerah ini adalah kawasan hutan dan banyak binatang gajah.

Karena itu tak heran kalau kemudian secara perlahan nama Kampung Kuta kalah tenar ketimbang Desa Pegajahan.

Saat ini di Desa Pegajahan ada sebuah pura suci yang berasitektur khas ukiran Bali yang didirikan tahun 1989. Pura suci itu diberi nama Pura Panataran Dharmaraksaka.

Perlu diketahui, Pura suci itu kini bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah oleh umat Hindu Bali setempat, melainkan juga umat Hindu dari daerah lain.

Baca Juga: Mobil dan gaun pengantin berlapis emas, biaya resepsi Laudya Cynthia Bella dan Pangeran Arab bikin melongo…

Umat Hindu menjadikan Pura Panataran Dharmaraksaka sebagai tempat aktivitas keagamaan secara rutin maupun untuk berbagai ritual-ritual dan upacara keagamaan.

Nama Desa Pegajahan punya enam dusun yakni Dusun perjuangan, Dusun Harapan I, Dusun Harapan II, Dusun Sari Asih, Dusun Karang Asih, dan Dusun Pelita

Ketinggian Desa Pegajahan dari permukaan laut yaitu ≤ 50m, artinya termasuk dataran rendah dengan suhu udara rata-rata 27-32C.

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X