Pendekatan restorative justice dipakai Polda Jambi untuk kasus penganiayaan mahasiswa disabilitas Unja

- Rabu, 25 Januari 2023 | 20:54 WIB
Polda Jambi menggunakan pendekatan restorative justice untuk menyelesaikan kasus penganiyaan yang dialami oleh mahasiswa penyandang disabilitas dari Unja.(sumber Foto: detail.id)
Polda Jambi menggunakan pendekatan restorative justice untuk menyelesaikan kasus penganiyaan yang dialami oleh mahasiswa penyandang disabilitas dari Unja.(sumber Foto: detail.id)

LOMBOK INSIDER - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggunakan pendekatan restorative justice untuk kasus penganiyaan yang dialami mahasiswa disabilitas Universitas Jambi (Unja).

Kasus penganiayaan terhadap mahasiswa disabilitas yang diselesaikan dengan pendekatan restorative justice oleh Polda Jambi itu dilakukan oleh dosen Unja berinisial DI.

Baca Juga: Mari mengenal pendekatan restorative justice yang dipakai Kejati Sumut untuk hentikan kasus penganiayaan

Polda Jambi menilai pendekatan restorative justice itu sesuai dengan Peraturan Polisi (Perpol) Nomor 8 tahun 2021 tentang Restorative Justice.

Laman detail.id menyebutkan hal itu diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta, dalam konferensi pers, Rabu (25/1/2023).

Baca Juga: Sadis, ini julukan yang diberikan kepada Ferry Irawan terduga pelaku KDRT terhadap Venna Melinda

Kata Andri, Polda Jambi memberikan atensi terhadap kasus penganiayaan yang dialami oleh mahasiswa disabilitas dari Unja tersebut.

“Di awal kami sampaikan bahwa kasus ini jadi atensi. Makanya penyelidikan kami percepat," kata Andri.

Baca Juga: Venna Melinda diduga alami KDRT, Ferry Irawan menjilat ludah sendiri, berani sumpah di atas Al Quran

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Detail.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X