Mari mengenal pendekatan restorative justice yang dipakai Kejati Sumut untuk hentikan kasus penganiayaan

- Rabu, 25 Januari 2023 | 19:21 WIB
Pendekatan restorative justice dipakai oleh Kejati untuk menghentikan dua perkara penganiayaan di dua kabupaten di Sumut. (Sumber Foto: Kejati Sumut)
Pendekatan restorative justice dipakai oleh Kejati untuk menghentikan dua perkara penganiayaan di dua kabupaten di Sumut. (Sumber Foto: Kejati Sumut)

LOMBOK INSIDER - Ada kasus penganiayaan di Sumatera Utara (Sumut) yang diselesaikan oleh pihak Kejati dengan pendekatan restorative justice.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) menggunakan pendekatan restorative justice untuk kasus penganiayaan di dua daerah di Sumut setelah melakukan sejumlah proses.

Proses tersebut akhirnya membuat Kejati Sumut bertekad menggunakan pendekatan restorative justice untuk menghentikan dua perkara penganiayaan itu.

Baca Juga: Main bola saat Tragedi Stadion Kanjuruhan sedang diusut, Presiden FIFA panen hujatan

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Yos A Tarigan, kepada wartawan di Medan, Rabu( 25/1/2023).

Yos bilang, dua perkara penganiayaan yang dimaksud terdiri dari perkara pertama yang berasal dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan dengan tersangka Sabaruddin Ahmad Samosir (50).

Yang menjadi korban adalah tetangganya sendiri, yakni Alfader Hasudungan Sihombing dan Sei Alim Hasak (41).

Baca Juga: Pesan Presiden Jokowi ke Kapolri terkait kematian Brigadir Joshua Hutabarat: Jangan Ragu, Ungkap Kebenaran Apa

Tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 1 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) yakni penganiayaan.

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X