Disidang korupsi, Terbit Rencana divonis 9 tahun dan hak untuk dipilih dicabut

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:48 WIB
Sidang Korupsi, Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin (Foto : Ist)
Sidang Korupsi, Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin (Foto : Ist)

LOMBOK INSIDER - Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin divonis 9 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan dalam kasus suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat Djuyamto menegaskan, Terbit Rencana terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 12 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa I, Terbit Rencana Perangin Angin dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda sejumlah Rp300 juta subsider pidana kurungan pengganti selama 5 bulan kurungan," kata Djuyamto, saat membacakan amar putusan, Rabu (19/10/2022).

Selain menjatuhkan hukuman pidana badan dan denda, Majelis Hakim Tipikor menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politiknya untuk dipilih sebagai pejabat publik selama lima tahun.

Baca Juga: Anak Bupati Langkat nonaktif diseret ke sel terkait kerangkeng manusia

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada Terbit Rencana Perangin Angin berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokok," ujar Djuyamto.

Diketahui, vonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa KPK, Zainal Abidin meminta Terbit dihukum 9 tahun penjara dan denda Rp300 juta. Selain itu, Jaksa meminta hak politiknya dicabut selama lima tahun.

Pada sidang tersebut, Majelis Hakim juga menjatuhkan vonis terhadap orang kepercayaan Terbit, Marcos Surya Abdi dengan hukuman 7 tahun enam bulan penjara dan denda Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan.

Halaman:

Editor: Dyan Putra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi pembakaran Alquran di Swedia, PKS: Keji!

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:32 WIB
X