Washington Post: dalam 10 menit terjadi 40 kali penembakan ke tribun penonton

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 22:33 WIB
Liputan Washington Post terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan
Liputan Washington Post terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

LOMBOK INSIDER - Rentetan besar-besaran tembakan amunisi gas air mata yang ditembakkan oleh polisi Indonesia ke penggemar sepakbola telah memicu kecelakaan fatal di Malang akhir pekan lalu, dan menewaskan sedikitnya 130 orang, menurut investigasi Washington Post.

Itulah paragrah pertama liputan investigas Washington Post, media terkemuka Amerika Serika dan punya pengaruh global.

Tentu saja liputan investigasi Washington Post itu menggunakan Bahasa Inggris dan diterjemahkan LOMBOK INSIDER dalam Bahasa Indonesia.

Baca Juga: Viral di Twitter, Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang diungkap oleh Washington Post

Kata Washington Post, polisi diduga telah melakukan 40 kali amunisi, baik tembakan gas air mata, kembang api, dan lainnya ke arah kerumunan penonton dalam waktu 10 menit.

Ya, 40 kali tembakan dilakukan personel kepolisian hanya dalam waktu 10 menit.

Tindakan polisi Indonesia melanggar semua protokoler tentang proses pengamanan sebuah pertandingan olahraga.

Baca Juga: Inilah derby kasar dan brutal di berbagai liga sepakbola

Media berpengaruh ini mengungkapkan proses investigasi dilakukan dengan mendalami 100 rekaman video dan fotografi.

Juga meminta keterangan dari 11 saksi mata serta paparan dari para analis yang memahami proses pengenndalian kerumuman massa.

Washington Post memperoleh sejumlah video eksklusif yang justru dengan sangat terang-benderang menunjukan hal yang sangat penting.

Baca Juga: Dirut PT LIB jadi tersangka tragedi Stadion Kanjuruhan

Yaitu personel kepolisian melakukan 40 kali aksi penembakan tidak mematikan namun tak urung menimbulkan kepanikan pada penonton.

Washington Post menyebutkan aksi penembakan itu malah membuat penonton panik dan akhirnya berebut mencari pintu keluar.

"Menurut hasil penyelidikan sementara mendapati faktar bahwa banyak penggemar terinjak-injak sampai mati atau tertimpa tembok dan gerbang logam karena beberapa pintu keluar ditutup," tulis The Post.

Baca Juga: Raja Charles III bersedih dengar tragedi Stadion Kanjuruhan  

Washington Post mengklaim telah mencoba menghubungi pihak Polri untuk mengonfirmasi hal ini namun tidak mendapatkan tanggapan sama sekali.

Media ini mengatakan penembakan itu, terutama yang menggunakan gas air mata, mengarah ke tribun 11, 12, dan 13.

Personel yang ada di  depan tribun 13 malah menembakkan gas air mata ke arah lapangan dan ke atas tribun.

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Washington Post

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X