Viral di Twitter, Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang diungkap oleh Washington Post

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 21:16 WIB
Liputan Washington Post terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan
Liputan Washington Post terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

LOMBOK INSIDER - Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan orang pendukung Arema Malang terus mendunia.

Bahkan tragedi ini semakin viral setelah media sekaliber Washington Post mengungkapnya dalam sebuah laporan khusus.

Adalah Rebecca Tans, jurnalis sekaligus Kepala Biro Washington Post untuk kawasan Asia Tenggara yang membagikan hasil liputannya itu di media sosial Twitter.

Baca Juga: Inilah derby kasar dan brutal di berbagai liga sepakbola

Dalam Bahasa Inggris ia menulis di Twitter tentang liputannya tersebut.

"BARU: Menggunakan video eksklusif, akun saksi mata, dan analisis dari pakar kerumunan, @washingtonpost merekonstruksi apa yang terjadi di dalam stadion Kanjuruhan pada Sabtu malam. Temuannya jelas: Tindakan polisi menyebabkan kematian.," tulis Rebecca di akun Twitternya tersebut.

Baca Juga: Raja Charles III bersedih dengar tragedi Stadion Kanjuruhan  

"Empat pembela hak asasi manusia mengatakan kepada Post bahwa pertanyaan tentang kesalahan polisi harus fokus sebagian besar pada apa yang ditangkap di sini: Keputusan untuk menembakkan gas air mata langsung ke tribun yang penuh sesak," tulis Rebecca lagi.

Utas dari Rebbecca tan itu segera di-retweet ratusan kali dan mendapat tanggapan dari ribuan netizen Indonesia, baik menggunakan Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia.

Baca Juga: Konser 'Kami Bersama Lesti' dibatalkan Indosiar, netizen: demi cuan dan rating lebih baik konser Kanjuruhan

"killing machine with uniform :)," tulis seorang netizen Indonesia.

Artinya kira-kira,"Mesin pembunuhan yang menggunakan seragam."

"Hello @FIFAcom @FIFAWorldCup ," tulis seorang netizen yang coba mencolek akun milik FIFA, mungkin dengan tujuan agar memberikan perhatian penuh pada Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Menyayat hati! Ini detik-detik kronologi tragedi Kanjuruhan Malang yang tewaskan ratusan orang tak berdosa

Masih dengan menggunakan Bahasa Inggris, netizen lain mengaitkan aksi polisi dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan dengan hasil penelitian pihak Amnesty Internasional beberapa waktu yang lalu.

"Wirya Adiwena, Wakil Direktur Amnesty International Indonesia, mengatakan tindakan polisi mencerminkan masalah sistemik dalam penegakan hukum Indonesia. Laporan Amnesty pada tahun 2020 mendokumentasikan 43 insiden kekerasan polisi selama protes, termasuk yang menunjukkan petugas menggunakan gas air mata," tulis netizen tersebut.

Baca Juga: Buntut tragedi Kanjuruhan, 4.286 orang tanda tangani petisi Ketua Umum PSSI dan Direktur PT LIB harus mundur!

Netizen Indonesia lainnya menuliskan tentang kesaksian dari beberapa orang yang selamat dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Netizen tersebut pesimis kasus ini akan terungkap dengan gamblang.

Sebab, tulisnya, tragedi semacam itu bukan untuk pertama kalinya terjadi.

Baca Juga: Presiden Jokowi datang ke Malang untuk Menengok Langsung TKP Tragedi Kanjuruhan Berdarah

"Dan masalah itu akan hilang (tidak pernah ada solusi yang jelas / tidak pernah ditemukan siapa orang yang mewujudkannya)," sindir netizen tersebut.

"Ini mungkin salah satu kejahatan terbesar terhadap Kemanusiaan. Semoga dunia terus menaruh perhatian pada negara kita. Kami tidak aman," tulis netizen lainnya.

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksi pembakaran Alquran di Swedia, PKS: Keji!

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:32 WIB
X