Warga Sumut yang jadi bos sawit di Riau ditahan di Jakarta, ini dugaan kejahatannya

- Jumat, 30 September 2022 | 20:20 WIB
Pemkab Bengkalis mencabut izin PT SIPP (sumber: Pemkab Bengkalis)
Pemkab Bengkalis mencabut izin PT SIPP (sumber: Pemkab Bengkalis)

LOMBOK INSIDER - AN dan EK, dua bos sawit di Provinsi Riau yang merupakan warga asal Provinsi Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh aparat hukum di Provinsi Jakarta.

AN diketahui berumur 40 tahun, tercatat beralamat di Kelurahan Galang Suka, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.

Sementara EK adalah warga Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Baca Juga: Ini yang dialami perusahaan sawit PT Duta Palma Nusantara yang diduga banyak menimbulkan kerugian

Mereka berdua bekerja di sebuah perusahaan sawit yang sama bernama PT Sawit Inti Prima Perkasa (PT SIPP) yang bergerak di bidang pengolahan minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Perusahaan itu beralamat di Kilometer 6 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Di PT SIPP, AN berposisi sebagai General manager (GM), sementara EK berposisi sebagai Direktur.

Baca Juga: Breaking news, Surya Darmadi pengusaha sawit yang disebut rugikan negara Rp 78 triliun tiba di Indonesia

Disebutkan, penyidik penegak hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI telah menetapkan AN selaku GM dan EK elaku Direktur PT SIPP sebagai tersangka.

Kepala Penyidikan Tindak Pidana Lingkungan Hidup KLHK Anton Sardjanto mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana lingkungan hidup.

Baca Juga: Pria ini berjuang hentikan ekspansi industri sawit, Pemda usulkan pemberian penghargaan

"Perbuatan itu berupa dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dan/atau melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin," ujar Anton, Rabu (28/9/2022).

Penahanan terhadap tersangka AN dilakukan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri dan Penahanan terhadap tersangka EK di Rumah Tahanan Kelas I Salemba Jakarta Pusat.

Baca Juga: Petani sawit plasma di daerah ini terjerat manisnya janji pihak perusahaan, menyedihkan

Dia mengatakan penindakan terhadap PT. SIPP tindak lanjut atas laporan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis.

"Oleh karena PT. SIPP telah berkali-kali melanggar dan telah dikenakan sanksi administrasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis," ucap Anton.

Dia menjelaskan, perizinan usaha PT SIPP sudah dicabut berdasarkan Keputusan Kepala Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Baca Juga: Mafia sawit bakal keringat dingin lihat tim bentukan Kejagung dan BPKP

Registrasi pencabutan izinnya adalah Nomor 060/DPMPTSP-SET/I/2022/01 Tentang Pencabutan Perizinan Berusaha dan Izin Lingkungan Kepada PT. SIPPP oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.

"Akan tetapi PT. SIPP tetap tidak patuh dan terus beroperasi. Atas perbuatan ini kami melakukan langkah penegakan hukum," kata dia.

Anton menambahkan setelah mendapatkan laporan, penyidik melakukan pengumpulan bahan dan keterangan.

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Pemprov Riau

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X