Akhirnya Irjen Ferdi Sambo ditahan juga, Mahfud MD: ya, saya sudah dapat info!

Junita Sianturi
- Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:44 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD memberikan keterangan terkait penangkapan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdi Sambo. (tangkapan layar instagram @Mahfud MD)
Menkopolhukam Mahfud MD memberikan keterangan terkait penangkapan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdi Sambo. (tangkapan layar instagram @Mahfud MD)


Lombok Insider - Mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdi Sambo akhirnya resmi ditahan oleh pihak kepolisian pada Sabtu, 6 Juni 2022 setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Kabar penahanan Irjen Ferdi Sambo ini dibenarkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Timnas Garuda U16 asuhan Coach Bima Sakti hajar Vietnam 2-1 setelah comeback di babak kedua

Meski belum secara resmi, penangkapan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdi Sambo ini terkait kasus penembakan terhadap Brigadir Yoshua atau Brigadir J.

Dikatakan Mahfud MD, banyak yang bertanya dengan dirinya, kebenaran Irjen Ferdi Sambo dibawa ke Mako Brimbo dan ditahan di Provos.

Baca Juga: Asam urat sembuh dengan sendirinya jika mengkonsumsi 6 jenis buah Ini, menurut dr. Saddam Ismail

"Ya, saya sudah mendapat info bahwa Irjen Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob dan Provos," Kata Menkopolhukam, Mahfud MD di kutip dari akun instagram @mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan, belum dapat memastikan penangkapan Irjen Ferdi Sambo ini terkait status hukum atas peristiwa penembakan di rumah dinas yang menewaskan Brigadir Yoshua.

Baca Juga: Masih Ingat Diana Pungky 'Jinny oh Jinny'? Lama tidak muncul di layar kaca, begini keadaanya sekarang...

"Itu juga sudah tersiar di berbagai media. Yang ditanyakan orang, kok ke Provos? Apakah cuma diperiksa dalam pelanggaran etik?" kata Mahfud MD.

Dirinya menilai apakah penahanan Irjen Ferdi Sambo terkait hukum pelanggaran kode etik Polri maupun tindak pelanggaran pidana itu masih dapat berjalan bersama meski tempat penahanan berbeda.

Baca Juga: Si majikan manja saat dipijit malah minta dielus-elus TKW cantik ini: suka minta yang aneh-aneh saat mau tidur

"Menurut hukum pelanggaran etik dan pelanggaran pidana itu bisa sama-sana jalan, tidak harus saling menunggu dan tidak bisa saling meniadakan." katanya.

Artinya, kalau seseorang dijatuhi sanksi etik bukan berarti dugaan pidananya dikesampingkan. Pelanggaran etik diproses, pelanggaran pidana pun diproses secara sejajar.

Baca Juga: Mirip Jisoo Blackpink, Lucinta Maya ngedate bareng oppa Korea pamer kiss-kiss

Mahfud MD mencontohkan kasus mantan ketua MK Akil Mochtar yang dilakukan penahanan oleh KPK setelah tertangkap di operasi OTT

"Contohnya, dulu kasus Pak Akil Mochtar di MK. Ketika yang bersangkutan ditahan karena sangkaan korupsi setelah di-OTT maka tanpa menunggu selesainya proses pidana pelanggaran etiknya diproses dan dia diberhentikan dulu dari jabatannya sebagai hakim MK melalui sanksi etik. Itu mempermudah pemeriksaan pidana karena dia tidak bisa cawe-cawe di MK." ujar Mahfud MD.

Baca Juga: Malam manten Sule dengan Nathalie Holscher: capek, dia the best! preketiew!

Dikatakannya, untuk pemeriksaan terkait tindak pidana tersebut memakan waktu yang lama, oleh karena itu penting dilakukan penindakan permasalahan etika sehingga mempermudah proses pemeriksaan.

"Beberapa lama setelah sanksi etik dijatuhkan barulah dijatuhi hukuman pidana. Pemeriksaan pidana itu lebihrumit sehingga lebih lama dari pemeriksaan pelanggaran etik. Jadi publik tak perlu khawatir, penyelesaian masalah etika ini malah akan mempermudah pencepatan pemeriksaan pidananya jika memang ada dugaan dan sangkaan tentang itu." tutupnya.

Baca Juga: DJ Joana punya 'body goals' pernah digerayangi sepuluh laki-laki gatal saat manggung

Sebelumnya, sejumlah kendaraan taktis Brimob memenuhi halamam kantor Bareskrim Polri, dimana kedatanggan personil Brimob atas permintaan dari pihak Bareskrim.

"Kehadiran Brimob untuk pengamanan Bareskrim, itu atas permintaan resmi Kabareskrim," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum), Brigjen Andi Rian.

Seperti diketahui, Irjen Ferdi Sambo telah empat kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus tewasnya Brigadir Yoshua. Dirinya juga sempat meminta maaf kepada institusi Polri atas kasus tembak menembak di rumah dinasnya yang menewaskan Brigadir Yoshua.

Halaman:

Editor: Junita Sianturi

Sumber: https://www.instagram.com/p/Cg7IjPfJylg/

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X