• Minggu, 22 Mei 2022

Berkas perkara 3 tersangka dugaan korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia dilimpahkan Kejagung ke JPU

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 08:21 WIB
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. (Dok. Garuda Indonesia )
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. (Dok. Garuda Indonesia )

LOMBOK INSIDER - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan berkas perkara tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia tahun 2011 - 2021 kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jampidsus. 

Demikian dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana, berkas perkara dugaan korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia itu dilimpahkan untuk selanjutnya diteliti oleh Jaksa Peneliti. 

"Perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia. Berkas perkara tersebut akan dilakukan penelitian oleh Jaksa Peneliti yang ditunjuk dalam jangka waktu tujuh hari," ungkap Ketut Sumedana dalam keterangan pers pada Kamis 12 Mei 2022.

Baca Juga: Ginting mendapatkan jimat di final Piala Thomas 2022, Ini sosok pemberi jimat pembunuh kutukan kekalahan 

"Untuk menentukan apakah berkas perkara dapat dinyatakan lengkap atau belum secara formil maupun materiil (P18) dan tujuh hari untuk memberikan petunjuk (P19) apabila berkas perkara belum lengkap," lanjutnya.

Adapun berkas perkara tersebut milik tiga tersangka dugaan korupsi Garuda Indonesia, antara lain: 

  1. Agus Wahjudo (AW) selaku Executive Project Manager Aircraft Delivery PT. Garuda Indonesia (persero), Tbk. 2009-2014 dan Anggota Tim Pengadaan Pesawat CRJ-1000 NG Garuda Indonesia tahun 2011 serta Anggota Tim Pengadaan Pesawat ATR 72-600 PT. Garuda Indonesia tahun 2012;
  2. Setijo Awibowo (SA) selaku Vice President Strategic Management Office PT. Garuda Indonesia periode 2011-2012 dan Anggota Tim Pengadaan Pesawat CRJ-1000 NG Garuda Indonesia tahun 2011 serta Anggota Tim Pengadaan Pesawat ATR 72-600 PT Garuda Indonesia tahun 2012;
  3. Albert Burhan (AB) selaku Vice President Treasury Management PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Tahun 2005-2012. ***

Editor: Agus Apriyanto LI

Sumber: pmjnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X