Oknum Karyati RS Unram Terlibat Kasus Surat PCR Palsu

- Selasa, 9 November 2021 | 04:51 WIB
Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa. (Polresta Mataram.)
Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa. (Polresta Mataram.)

LombokInsider.com - Seorang oknum karyawati Rumah Sakit (RS) Unram terpaksa harus berurusan dengan Polisi akibat membuat Real-Time Quantitative Polymerase Chain Reaction ( qRT - PCR ) tidak teridentifikasi alias Surat PCR palsu setelah di cek di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (Bizam) saat melakukan pemeriksaan. 

Oknum karyawati RS Unram yang Berinisial NL, perempuan 25 tahun alamat Ampenan Kota Mataram tersebut ditangkap Tim Opsnal Reskrim Polresta Mataram setelah korban berinisial SM, melaporkan kasus Surat PCR palsu tersebut ke Polresta Mataram.

Keterangan tentang kasus Surat PCR palsu diatas disampaikan Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST, SIK, saat Konferensi Pers yang di dampingi Wakasat Reskrim Iptu I Nyoman Diana Mahardhika serta KBO Reskrim Ipda Fransisca Siburian, Senin 08 November 2021 di ruang kerja Satreskrim Polresta Mataram.

Baca Juga: Tragis, Bocah 10 Tewas Diserang Anjing di Inggris, Polisi Tembak Mati Anjing Penyerang

Lanjut Kasat, bahwa asal mula peristiwa ini berawal dari sdr SM (korban) yang ingin mengurus surat jalan PCR terhadap 16 rekannya yang akan berangkat ke pulau Jawa. Lalu SM meminta temennya berinisial BN untuk mengurusnya. Oleh BN menghubungi sdr. NL ( tersangka ) yang kebetulan bekerja di Rumah Sakit UNRAM pada bagian Cetak hasil rekaman medis.

"Dari 16 orang yang dibuatkan PCR tersebut setelah di bagian pemeriksaan BIZAM terdapat 11 orang yang surat PCR nya tidak teridentifikasi alias Palsu," ungkap Kadek. 

Atas dasar itu petugas Bandara BIZAM menyerahkan ke petugas Kepolisian Lombok Tengah. Setelah dilakukan penyidikan ternyata peristiwa pemalsuan dokumen tersebut dibuat diwilayah hukum Polresta Mataram tepatnya RS UNRAM, sehingga berkas pelaporan diserahkan ke Polresta Mataram dan saat ini sedang dalam proses melengkapi berkas perkara.

Baca Juga: Duta Wisata Indonesia 2021, NTB Runner Up Aceh Juara 

Adapun nilai kerugian yang ditanggung korban sekitar 8.400.000 yang sejatinya sebagai biaya mengurus PCR terhadap 16 rekannya yang hendak ke pulau jawa tersebut. Biaya tersebut di Transfer ke Rekening tersangka (NL), dan oleh NL tidak menyetor ke perusahaan dalam hal ini RS. UNRAM.

Halaman:

Editor: Agus Apriyanto LI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X