• Sabtu, 16 Oktober 2021

Pegawai KPK Tidak Lulus TWK Himpun Surat Untuk Presiden

- Sabtu, 25 September 2021 | 13:53 WIB
Martin Sumarna (kiri) dan Benydictus Siumlala (kanan) saat memberikan refleksi di aksi kamisan Bandung, 23 September 2021. (Dimas Rachmatsyah/kulturnativ.com)
Martin Sumarna (kiri) dan Benydictus Siumlala (kanan) saat memberikan refleksi di aksi kamisan Bandung, 23 September 2021. (Dimas Rachmatsyah/kulturnativ.com)

LombokInsider.com - Tidak menerima keputusan penonaktifan dengan alasan tidak lulus TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), sebanyak empat orang perwakilan pegawai KPK yang di nonaktifkan menceritakan pengalamannya sekaligus memghimpun surat untuk presiden dari massa yang hadir dalam Aksi Kamisan di Gedung Sate, Bandung, Kamis (23/9).

Mewakili 57 pegawai lainnya, Benydictus Siumlala, Martin Sumarna dan Rieswin Rachwe bercerita bagaimana dirinya mendapat diskriminasi lewat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). 

"Tes ini disinyalir menjadi alat untuk menyingkirkan pegawai yang sudah ditandai," kata Benydictus. 

Hal senada dikatakan pula oleh Martin Sumarna. Ia mengatakan bahwa 57 anggota yang tak lulus merupakan anggota yang memiliki integritas serta kapabilitas tinggi.

"Tes sengaja dibuat untuk menyingkirkan orang orang yg dianggap mengganggu," katanya saat memberikan refleksi.

Surat Untuk Presiden

Keempat perwakilan pegawai KPK yang tak lulus TWK membawa kotak berisikan surat untuk presiden yang telah dikumpulkan. 

"Kami bawa kotak surat untuk presiden, kita bisa sama-sama tulis surat," kata Benydictus. 

Ia mengatakan bahwa aksi pengumpulan surat tersebut diawali oleh koalisi masyarakat sipil di Jakarta yamg membangun posko darurat untuk mendukung 57 pegawai tersebut.

Selain di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung untuk mendirikan posko darurat surat untuk presiden. 

Halaman:

Editor: Usman Jayadi

Sumber: kulturnativ.com

Artikel Terkait

Terkini

Gahtan Divonis Tiga Bulan Penjara

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:12 WIB
X