Tragedi Kanjuruhan, suporter endus pembantaian massal berkedok pengamanan, keluarga korban minta diusut tuntas

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 17:33 WIB
Para saksi dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan bersama Menkopolhukam  (Screenshot YouTube Mata Najwa)
Para saksi dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan bersama Menkopolhukam (Screenshot YouTube Mata Najwa)

LOMBOK INSIDER - BRI Liga-1 Musim 2022/2023 yang menggelar Derby Persebaya vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang telah menorehkan duka teramat dalam bagi suporter bola Indonesia.

Bagaimana tidak, hanya dalam waktu sekejap 127 jiwa suporter Aremania melayang, 34 diantaranya meninggal di stadion dan selebihnya tak tertolong di perjalanan dan Rumah Sakit.

Baca Juga: 5 perilaku aneh Aliando saat diserang OCD hampir membuatnya gila, diajak berantam terus sama pikiran

Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 tersebut menjadi kasus kematian dalam sepak bola terparah di dunia seperti kejadian di Peru (24/05/1964) yang merenggut 328 jiwa, dan Ghana (09/05/2001) yang merenggut 126 jiwa.

Melansir unggahan YouTube Mata Najwa dalam Live Streaming: Tragedi Kanjuruhan, Lombok Insider mendapati pernyataan Isaatus Sa'adah yang adiknya, Wildan turut menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Baca Juga: Diduga selingkuh, Regi Datau justru tak pernah blokir kontak istri saat marah, ini alasannya...

"Kalau dibilang ikhlas ya aku ikhlas, tapi mau bilang tidak ikhlas pun adik aku juga tidak akan balik. Jadi saya hanya berharap kejadian ini harus diusut secara tuntas," kata Isaa di Live Streaming yang dipandu Najwa Sihab.

Sementara itu Menkopolhukan, Mahfud MD sebagai representasi pemerintah yang turut hadir di acara tersebut menyatakan pemerintah sudah mulai mengusut kejadian ini untuk mencari penyebabnya.

Baca Juga: Detik-detik pernikahan Happy Asmara dengan pria jawa tampan ini hingga minta doa kelancaran: Bismillah...

"Pemerintah sudah mulai mengusut untuk mencari penyebab jangka pendek, tentunya masalah kedisiplinan aparat, penyelenggara, penonton juga. Tentu yang bersalah itu harus ditindak secara hukum," kata Pak Mahfud MD.

Tindakan hukum itu diterangkan ada dua, yaitu tindakan hukum administrasi dan tindakan hukum pidana.

Halaman:

Editor: Joe Santoso

Sumber: YouTube Mata Najwa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X