Tragedi Stadion Kanjuruhan, soal gas air mata, begini kata Kapolda Jatim

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:42 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta (Foto : Ist)
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta (Foto : Ist)

LOMBOK INSIDER - Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta membeberkan aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan.

Dikatakan Irjen Nico, kejadian itu berawal dari rasa kekecewaan penonton kepada klub mereka yang tidak pernah kalah, tetapi saat melawan Persebaya Surabaya justru kalah dalam pertandingan.

Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan jadi sorotan publik, Fiersa Besari: Sepak bola tidak seharusnya semenyakitkan ini!

"Diawal pertandingan tidak ada permasalahan, justru permasalahan terjadi disebabkan kekecewaan penonton tim mereka tidak pernah kalah, tetapi kalah. Rasa kekecewaan yang menggerakkan penonton turun melampiaskan," ujarnya.

"Oleh karena itu untuk pengamanan, pencegahan dan pengalihan agar mereka tidak masuk ke lapangan. Dalam prosesnya melakukan upaya pencegahan sampai gas air mata. Sudah mulai menyerang petugas, merusak mobil, mereka keluar di pintu, pintu 12 terjadi penumpukan," beber Kapolda Nico Afinta, di Malang, Minggu (2/10/2022).

Baca Juga: Kronologi tragedi kericuhan supporter Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang

Karena terjadi penumpukan, sambung dia, maka suporter kekurangan oksigen akibat gas air mata. Namun tim medis melakukan upaya pertolongan di dalam stadion dan evakuasi ke beberapa rumah sakit.

Ia menegaskan, gas air mata terpaksa dikeluarkan setelah sebelumnya ada imbauan agar suporter tidak turun ke lapangan. Namun, suporter tetap ke lapangan yang dinilai membahayakan pemain dan ofisial Persebaya dan Arema FC.

Baca Juga: Detik-detik Stadion Kanjuruhan 'ngebul' kena tembakan gas air mata, ratusan orang dikabarkan meninggal dunia

Halaman:

Editor: Dyan Putra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Update terbaru Grup D, E dan F Piala Dunia 2022

Rabu, 30 November 2022 | 16:33 WIB
X