Penggunaan gas air mata di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya langgar aturan FIFA

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:50 WIB
Kerusuhan Arema vs Persebaya. ( IG @ekoharimaumalaya)
Kerusuhan Arema vs Persebaya. ( IG @ekoharimaumalaya)


LOMBOK INSIDER - Gas air mata disebut sebagai alasan utama banyaknya korban berjatuhan di Stadion Kanjuruhan Malang dalam Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Kericuhan terjadi dalam Laga Arema vs Persebaya yang berakhir dengan skor 2-3 untuk kekalahan tuan rumah di pekan ke 11 Liga  1 2022- 2023.

Pertandingan Arema vs Persebaya ini berlangsung pada Sabtu, 1 Oktober 2022 pada malam hari. Padahal gas air mata sangat diharamkan di dunia sepak bola. Lantaran FIFA sudah melarang penggunaan benda tersebut.

Baca Juga: Twitter FIFA diserbu, warganet minta Indonesia dibanned pasca tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban

Semua berawal dari penonton Arema yang mencoba masuk ke lapangan karena kecewa timnya tumbang. Petugas keamanan berusaha untuk mengontrol situasi yang tidak kondusif itu.

Gas air mata pun mereka lontarkan ke arah tribun penonton. Penggunaan gas air mata yang dilakukan petugas keamanan jelas telah melanggar aturan FIFA.

Dilansir dari YouTube @Persebaya Sports, dalam aturan FIFA soal pengamanan dan keamanan stadion, alias FIFA Stadium Savety and Security Regulations, tertuang poin penggunaan gas air mata itu dilarang.

Baca Juga: Inul Daratista bongkar curhatan Lesti Kejora masalah uang, ternyata Billar....

Tertulis bahwa gas air mata tidak boleh dipakai.

“Senjata api atau gas pengendali masa (gas air mata) tidak boleh dibawa atau digunakan,” bunyi pasal 19 D diaturan FIFA soal pengamanan dan keamanan stadion.

Lalu imbas dari penggunaan gas air mata inipun membuat para penonton tribun menjadi panik karena membuat mata menjadi perih.

Situasi pun semakin kacau karena mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dengan berdesak-desakan. Karena desak-desakan dan gas air mata itulah yang membuat banyak korban berjatuhan.

Baca Juga: Detik-detik ramalan Roy Kiyoshi terhadap Rizky Billar dan Lesti Kejora: Ada aroma tak sedap!

Tercatat sejauh ini ada 182 orang yang meninggal, dan korban tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah peristiwa sepak bola di tanah air. Dalam kejadian tersebut 2 d iantara korban yang meninggal adalah anggota Polri.

Korban yang meninggal di rumah sakit mayoritas nyawanya tak tertolong karena dalam kondisi memburuk setelah kerusuhan yang terjadi.

Mereka mayoritas mengalami sesak nafas dan terjadi penumpukan, sehingga terinjak-injak karena panik akibat tembakan gas air mata. Mereka pergi ke luar di satu titik pintu keluar.
Di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas dan kekurangan oksigen.***

 

Editor: Junita Sianturi

Sumber: YouTube @Persebaya Sports

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Update terbaru Grup D, E dan F Piala Dunia 2022

Rabu, 30 November 2022 | 16:33 WIB
X