Timnas Putri Indonesia, Tidak Jelas Asal Usulnya dan Bermain Dimana, Tapi Dipaksakan

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 23:44 WIB
Timnas Putri Indonesia (Twitter@PSSI)
Timnas Putri Indonesia (Twitter@PSSI)

Lombok Insider - Laga perdana Timnas Indonesia dalam Turnamen AFC Women’s Asian Cup 2022, Jumat (21/01/2022), telah berhadapan dengan Australia. Dalam laga di Stadion Mumbai Football Arena India ini, Garuda Pertiwi “dibantai” 18 gol tanpa balas.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 di Perdagangan Sabtu (22/1)

Sejak peluit babak pertama berbunyi, Australia langsung mendominasi permainan. Formasi serangan Australia terlalu tangguh bagi Baiq Aminatun Shalihah dkk. Kelemahan lini belakang Timnas Putri Indonesia benar-benar dimanfaatkan oleh Caitlin Foord, dkk.

Hasil babak pertama Garuda Pertiwi dibobol 9 gol, dan babak kedua juga bobol 9 gol. Hasil ini sekaligus menjadi rekor baru kekalahan Timnas Putri Indonesia, setelah sebelumnya dihajar Vietnam 14 gol tanpa balas.

Baca Juga: Hikmah Dibalik Musibah, Selamat Dari Kecelakaan Maut Truk Kontainer di Balikpapan Karena Sedekah

Harus diakui, Timnas Australia terlalu perkasa bagi Garuda Pertiwi. Komposisi Timnas Australia diperkuat pemain klub-klub eropa. Sebut saja, Samantha Kerr yang bermain di Chelsea, Emily Gielnic di Aston Villa, Hayley Raso di Manchester City, Kyah Simon di Tothenham Hotspur, dan Caitlin Foord adalah penyerang Arsenal FC.

Formasi tim asuhan Tony Gustavson yang sebagian bermain di Amerika juga sangat mengerikan. Nama pertama tercatat sebagai peringkat ketiga peraih Baloon D’or 2021. Selebihnya, hasil lapangan membuktikan anak asuh Rudi Priyambada masih jauh di bawah kasta mereka dan harus banyak belajar.

Baca Juga: Suami 80 Tahun Tikam Isteri Sampai Tewas Karena Tolak Hubungan Badan Karena Suami Minum Obat Kuat Viagra

Menurut pengamat sepak bola, Anton Sanjoyo, Garuda Pertiwi adalah tim dadakan. Secara formasi tidak jelas asal usulnya dan bermain dimana, karena tidak ada kompetisi atau pembinaan.

“Saya tahu seperti Arema dan beberapa klub punya tim putri, tetapi kita tidak ada kompetisi”, kata Bung Joy. Problem terbesarnya tim ini seperti anak tiri. Bahkan anak tiri pun bukan, jadi seperti anak tidak diakui. Ketika dikirim ke turnamen internasional, ya pasti hancur, jelas Anton Sanjoyo.

Halaman:

Editor: Johar Santoso

Artikel Terkait

Terkini

Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jawa Timur minta maaf

Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:54 WIB
X