• Minggu, 22 Mei 2022

Menakar Kritik, Coach Shin Tae Yong Jangan Salah Faham

- Selasa, 18 Januari 2022 | 08:50 WIB
Haruna Soemitro (Tangkapan YouTube@Jpnn)
Haruna Soemitro (Tangkapan YouTube@Jpnn)

Lombok Insider - Haruna Soemitro, Exco PSSI dan Direktur Olahraga Klub Madura United belakangan menjadi buah bibir. Dalam wawancara dengan JPNN.com, pria Magetan itu menyebutkan untuk menjadi juara sangatlah kompleks. Indonesia mempunyai pasar luar biasa, ada yang gelap, pasar terang, setengah gelap, dll. Siapa yang bisa mengendalikan semua itu? Dari berbagai informasi, disebutkan omset perjuadian di satu pertandingan saja bisa mencapai ratusan Milyar.

Baca Juga: Sebabkan Korban Meninggal, Pelaku Perampokan di KLU Terancam 15 Tahun Penjara

Satu hal menarik ketika ditanya soal evaluasi PSSI, disebutkan itu untuk memastikan Coach Shin Tae Yong tetap memegang Timnas sesuai kontaknya. Menyepakati target juara AFF U23 Kamboja dan AFF Senior 2022. Kemudian ada komitmen baru, dimana kita harus punya target sama, roadmap sama, termasuk keinginan pelatih sama dengan Pengurus.

Kritiknya yang membuat kisruh saat evaluasi mengatakan; “kalau hanya runner up tidak perlu STY, sebab kehadirannya harus menjawab ekspektasi lebih dari pencapain selama ini”. Sayangnya STY justru merasa tersinggung dan seolah-olah direcoki. STY juga mengatakan bebannya berat harus menangani Timnas U19, U23 dan Timnas Senior. Kenapa masih dikritik terus dan tidak didukung?.

Baca Juga: Sambut MotoGP Mandalika, Yusron Hadi: Dispar NTB Siapkan Sarana dan Prasarana Pendukung

Bagaimana Anda tersingung, kata Haruna. Exco ini membawa aspirasi sekian banyak klub dan berbagai pihak terhadap ekpektasi tadi. Justru diskusi ini untuk mencari jalan keluar bersama. Jangan kemudian ada kalimat yang diterjemahkan sebagai brafing. Diskusi akhirnya deadloc, karena STY harus segera ke Bali dengan pesawat jam 4. Kemungkinan masih akan ditindaklanjuti, kata Haruna.

Perihal situasi sekarang, Haruna menyampaikan mengalami betul ketika hendak pindah dari Luis Milla. Semua orang minta pertahankan Luis Milla!. Situasinya seperti ini, ketika STY masuk dan memberi harapan baru, orang bilang pertahankan. Karena hari ini runner up sepertinya ada harapan. Kalau hari ini STY juara, mungkin situasinya berbeda. Mudah-mudahan tahun 2022 ini menjadi milik STY untuk memberi gelar juara kepada PSSI.

Baca Juga: Gubernur NTB Zulkieflimansyah: Proyek Smelter PT Amman Mineral Akan Mulai Dibangun Juni, Butuh 3000 Pekerja

Kritik yang lain, kita disebutkan tidak punya striker. Pertanyaannya, apakah pilihannya sudah yang terbaik di liga Indonesia, belum tentu? Kenyataannya kita punya cara padang berbeda, angel yang berbeda. Banyak striker bagus yang bisa bersaing dengan pilihan Timnas sebenarnya.

Lalu Coaching point apa yang diperoleh? Apakah yang diterapkan bisa ditranformasi ke klub, sehingga melahirkan liga yang kuat?. Faktanya belum ada coaching point yang didapatkan. Misal, mayoritas klub bermain dari kaki ke kaki, build-up dari bawah. Tapi STY menerapkan passing bergerak dan dirrect ball. Jadi wajar, kalau pemain tidak siap di Timnas.

Halaman:

Editor: Wiji Johar Santoso

Artikel Terkait

Terkini

X