• Minggu, 22 Mei 2022

Jelang El Clasico ASEAN di Kamboja, Perkembangan Naturalisasi Timnas Garuda Dinanti Publik Bola Tanah Air

- Senin, 17 Januari 2022 | 10:13 WIB
Program Naturalisasi Timnas (PSSI)
Program Naturalisasi Timnas (PSSI)

Lombok Insider - Bagi masyarakat pecinta bola tanah air, gelaran AFF U23 14-26 Februari 2022 di Kamboja termasuk yang sudah dinanti-nanti. Benar ungkap Coach STY, meskipun olahraga paling berprestasi di Indonesia adalah Badminton, tetapi sepak bola jauh lebih populer. Antusiasme penonton ketika Timnas Garuda berlaga sangat menggema di seluruh pelosok negeri.

Baca Juga: Ricky Kambuaya Bawa Timnas Indonesia Memimpin 1-0 atas Thailand Leg 2 Final Piala AFF 2020

Apalagi ketika mendengar Garuda Muda berada satu group dengan Harimau Malaya, laga keduanya akan berlabel el clasico Asia Tenggara. Rivalitas kedua tim sudah turun temurun dan seperti bebuyutan. Akibatnya atmosfer pertandingan dengan atau antar Timnas lainnya kalah pamor, meskipun sebagian memiliki kualitas permainan yang lebih baik.

Baca Juga: Hargai Rekan Setimnya yang Muslim, Tim Kriket Australia Urung Semprot Alkohol

Beragam berita seputar persiapan kedua Timnas pun mendominasi cakrawala bola dan jagat maya. Komposisi pemain muda Timnas Garuda misalnya, selalu menjadi bahasan dan wawancara tokoh bola di media. Perkembangan gaya, ketahanan fisik pemain, hingga rencana naturalisasi tak lepas dari perbincangan para pengamat Timnas sebelah.

Baca Juga: Jelang MotoGP, Tokoh Islam dan Hindu di Pulau Lombok Angkat Bicara

Sejatinya publik bola tanah air juga sedang menanti perkembangan Jordi Amat, Sandy Walsh, Mess Hilgers, dan Ragnar Oratmangoen. Kesannya sangat lamban, tetapi menurut informasi dari Hasani Abdulgani (Anggota Komite Eksekutif PSSI) dokumen dari Jordy Amat dan Saldy Walsh sudah lengkap. Tinggal dua nama lainnya karena masih dijanjikan agen masing-masing untuk dikirimkan minggu ini.

Baca Juga: Ancaman Tsunami Sudah Berlalu, Namun Dikhawatirkan Berdampak Parah pada Kerajaan Tonga, Jepang juga Terdampak

Kebijakan PSSI mentarget mereka untuk Piala Asia 2023 kedengarannya cukup rasional. Tetapi jika terlalu lama tidak akan efektif karena seperti Jordi Amat yang memasuki usia 30 tahun bisa jadi sudah melewati performa terbaik. Auranya sangat menjanjikan sebab mereka bermain di kasta tertinggi liga Eropa. Tetapi pembuktian di lapangan lebih penting karena akselerasi dan chemistry pemain sangat mempengaruhi daya serang ataupun kemampuannya untuk bertahan.***

Halaman:

Editor: Wiji Johar Santoso

Artikel Terkait

Terkini

X