• Selasa, 7 Desember 2021

Hasanuddin Klaim Diri Ketua, DPD Berkarya Sumbawa, Rambo: Gagal Paham dan Salah Alamat

- Rabu, 24 November 2021 | 06:39 WIB
Ketua DPD Berkarya Sumbawa M. Tayeb (tengah) didampingi oleh oleh Advokat Surahman MD, SH, MH (Foto: Herman)
Ketua DPD Berkarya Sumbawa M. Tayeb (tengah) didampingi oleh oleh Advokat Surahman MD, SH, MH (Foto: Herman)

Sumbawa, LombokInsider.com - Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Sumbawa M. Tayeb (Rambo red) menyatakan klaim Hasanuddin yang menyebut dirinya sebagai Ketua DPD Berkarya Sumbawa yang sah, adalah gagal paham.

Sebab, karena yang terdaftar di Kesbangpoldagri NTB adalah kepengurusan Muchdi PR yang turunnya adalah dirinya selaku Ketua DPD Berkarya Sumbawa. Bahkan Kesbangpoldagri Sumbawa menerima tanda terdaftar dari Kepengurusan M. Tayeb, bukan kepengurusan Hasanuddin.

Baca Juga: Advokat Surahman Desak Ketua Dewan Segera Proses PAW Hasanuddin

“Dia mengklaim sebagai ketua DPD Berkarya versi Syamsul Jalal, padahal sebelumnya Syamsul Jalal sudah dipecat oleh Ketum Muchdi PR hasil Rapimnas 1 pada 10 Mei tahun 2021. Sedangkan Syamsul Jalal memecat Muchdi PR pada bulan Juni sebagai Ketum Berkarya yang sah. Karena tidak terima dipecat, Syamsul Jalal mengklaim dirinya sebagai Ketum Plt. Sebelumnya dia juga mengklaim sebagai Sekjen Plt. Setahu saya seorang plt tidak bisa berbuat apa apa,” ungkap Rambo, sapaan akrabnya. 

“Jika saudara Hasanuddin mengklaim sebagai ketua DPD, mana bukti terdaftar di Kanwil Hukum HAM NTB, mana bukti terdaftar di Kesebangpoldagri NTB, termasuk Kemenhukum HAM pusat,” timpal Rambo.

Baca Juga: Hasil Babak Pertama Indonesia Open 2021, Wakil Indonesia Raih Kemenangan Awal

Disinggung soal SK.16 dan 17 terkait Kepengurusan dan AD/ART Partai, terang Rambo, dalam AD/ART hasil Munaslub tanggal 30 Juli 2020 tentang Mahkamah Partai. Dimana Mahkamah Partai itu dibentuk oleh Ketum dan Sekjen Partai. Kedua, ketika ada persoalan diinternal partai maka Mahkamah partai akan menyelesaikan persoalan tersebut dengan tenggat waktu paling lama 60 hari. Setelah disidangkan dan diplenokan maka hasilnya diserahkan kembali ke Ketum dan Sekjen. 

“Jika Syamsul Jalal mengklaim telah memecat Muchdi PR atas dasar apa? AD/ART yang mana?. Sementara Ketua Mahkamah Partai yang baru dan sah adalah Syamsul Rizal SH MH yang tinggal menunggu pengesahan dari Kemenkum HAM,” pungkasnya. (Herman/Tim)

Editor: Usman Jayadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X