Program Sekolah Karakter We SAVE bantu wujudkan misi NTB asri dan lestari

Arafat
- Senin, 8 Agustus 2022 | 10:46 WIB
Relawan W e SAVE saat Menaiki bukit untuk Sosialisasi ke rumah- rumah warga
Relawan W e SAVE saat Menaiki bukit untuk Sosialisasi ke rumah- rumah warga

LOMBOK INSIDER - NTB asri dan lestari merupakan misi ke-4 dalam pembangunan NTB gemilang yang bertujuan untuk pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan.

Untuk membantu pemerintah mewujudkan misi tersebut, lembaga We SAVE menjalankan salah satu program yaitu sekolah karakter.

We SAVE adalah sebuah organisasi yang begerak di bidang pendidikan, sosial dan lingkungan. We SAVE kepanjangan dari We Social And Voluntary Education yang artinya relawan pendidikan dan sosial.

Baca Juga: Esok, Dekopinwil NTB Deklarasi Resolusi Gerakan Koperasi Indonesia, Gubernur harus disampaikan ke Presiden

We SAVE organisasi adalah yang lahir dan pusat di daerah Dompu NTB dan saat ini memiliki ratusan anggota dari berbagai daerah dan memiliki banyak cabang mulai dari daerah Bima, Sumbawa, Lombok dan melebarkan sayap hingga ke pulau Jawa.

Sejak tahun 2004 hingga saat ini, We SAVE Memiliki banyak program yang mendukung upaya pemerintah untuk kemajuan daerah seperti program unggulan Pendidikan Di Bayar Dengan Sampah, Care Day, Go Green, Program Berkah Ramadhan, 1 Hari Bersama Lansia, Teaching Trainning, Jumat Berbagi , Pengabdian Pendidikan (Pengabdian Pendidikan) ke pelosok desa dan masih banyak lagi.

kegiatan edukasi bersama anak-anak desa

Saat ini, We SAVE Sedang menggencarkan sebuah program yang memiliki konsep yang menarik yaitu program sekolah karakter. Program ini diprakarsai Founding Father Guru Besar Kami SIMPAN yaitu Abudzar Al-Giffari atau yang akrab dipanggil Guru Abu.

Program sekolah karakter ini mengajak anak-anak di desa untuk diberikan edukasi pendidikan non formal yang tetap memfokuskan pada edukasi lingkungan, pendidikan dan kepekaan sosial serta penanaman nilai-nilai keagamaan, adab dan akhlak di tengah gempuran zaman yang semakin menunjukan dekadensi (penurunan) moral pada generasi pengerus bangsa.

Program ini mengajak anak-anak mengumpulkan dan memilah sampah masing-masing dari rumah, melakukan cleaning day di desa mereka, sehingga sampah yang mereka kumpulkan nanti tidak dibiarkan cuma-cuma, tetapi akan ditimbang dan bisa ditukarkan dengan sembako, pakaian dan uang.

Halaman:

Editor: Arafat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Tahun kepemimpinan Zul Rohmi mewujudkan NTB Gemilang

Minggu, 18 September 2022 | 19:18 WIB

Permasalahan aset masyarakat Gili Trawangan tuntas

Sabtu, 17 September 2022 | 09:41 WIB
X