Hari ini Final Pacuan kuda, aksi para joki cilik diharapkan mampu hibur pembalap dan crew MXGP Samota Sumbawa

- Rabu, 22 Juni 2022 | 07:34 WIB
Aksi para joki cilik asal Sumbawa NTB
Aksi para joki cilik asal Sumbawa NTB

LOMBOK INSIDER - Rabu (22/6) hari ini adalah Final Lomba Pacuan Kuda di Penyaring Sumbawa. Event ini merupakan rangkaian pra acara MXGP Samota Sumbawa 2022.

Dan hari ini pula, seluruh pembalap dan crew perserta MXGP Samota akan tiba di Sumbawa. Penampilan joki-joki cilik dalam final pacuan kuda hari ini diharapkan mampu menghibur para pembalap sebelum berlaga.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispapora) Kabupaten Sumbawa, Irawan Subekti mengatakan, kegiatan puncak pacuan kuda akan dihadiri oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa

"Bu Deputi hadir dalam putaran final pacuan kuda di Desa Penyaring sekaligus penutupan hari ini," ungkap Irawan di Sumbawa.

Event pacuan kuda di Desa Penyaring ini merupakan inisiatif BPPD NTB bersama Dispapora Sumbawa sebagai rangkaian kegiatan pra acara MXGP Samota Sumbawa. Disisi lain ajang ini merupakan arena peningkatan prestasi bagi joki cilik karena pesertanya adalah untuk kategori anak-anak.

Kepala Dispapora Sumbawa mengungkapkan, pacuan kuda di Sumbawa merupakan tradisi masyarakat yang penuh dengan kearifan lokal dan sangat layak diangkat sebagai atraksi wisata.

Keterlibatan anak-anak sebagai joki juga bermuasal dari tradisi turun temurun. Dalam setiap lomba pacuan, anak-anak berusia 8-12 tahun menjadi joki pengendali kuda pacuan. "Jadi ini bukan berarti eksploitasi (anak), karena memang tradisinya begitu dari dulu," katanya.

Irawan menambahkan, tidak semua anak bisa menjadi Joki pacuan kuda. Sebab, secara tradisi pula, profesi Joki ini bersifat turun-temurun dalam trah keluarga.

Seorang joki pasti memiliki ayah, paman, atau kakek yang pernah menjadi joki pula. "Jadi bukan semua anak bisa jadi joki. Selalu saja kalau ayahnya pernah jadi joki pasti salah satu anaknya akan menurun. Ini pun masanya umumnya berumur 8 tahun sampai 12 tahun, setelah itu tidak bisa lagi jadi joki," katanya

Dalam tiap laga pacuan pun, tak berlangsung begitu saja. Ada prosesi magis yang menyertai joki pacuan kuda. Dalam tradisi Sumbawa disebut Sandro.

Halaman:

Editor: Siti Aeny Maryam

Artikel Terkait

Terkini

4 Tahun kepemimpinan Zul Rohmi mewujudkan NTB Gemilang

Minggu, 18 September 2022 | 19:18 WIB

Permasalahan aset masyarakat Gili Trawangan tuntas

Sabtu, 17 September 2022 | 09:41 WIB
X