• Selasa, 7 Desember 2021

Aksi Pemuda Terhadap Pengurangan Resiko Perubahan Iklim Global Pada Momentum IDDR

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 14:19 WIB

LombokInsider.com - Indonesia berada di peringkat ketiga teratas negara dalam hal risiko iklim, dengan paparan tinggi terhadap semua jenis banjir, dan panas ekstrem. Intensitas bahaya ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan perubahan iklim. Tanpa adaptasi yang efektif, paparan populasi juga akan meningkat. Misalnya, populasi yang terkena banjir sungai ekstrem dapat tumbuh 1,4 juta pada tahun 2035–2044 (Bank Dunia, 2021)

Di Indonesia terdapat 19 Cagar Biosfer, 6 UNESCO Global Geoparks dan 9 situs Warisan Dunia. Terdapat 2 Cagar Biosfer dan 1 UNESCO Global Geopark di Provinsi NTB. Menurut NTB Dalam Angka 2021, sekitar 22,29% penduduk di NTB adalah kaum muda (berusia 15 – 24 tahun), dimana kaum muda berperan penting dalam pembangunan dan aksi untuk iklim masa depan. Maka UGGp & BR Rinjani-Lombok bersama mitra mencoba menyusun program dan kegiatan yang melibatkan pemuda. Kegiatan ini mengambil momentum Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional dan menargetkan anak-anak dan peserta umum/pemuda untuk berkontribusi pada aksi perubahan iklim secara lokal dan sederhana.

Untuk meningkatkan awareness tentang perubahan iklim yang sudah tidak terelakkan lagi, BP Geopark Rinjani UGGp & Biosphere Reserve bekerjasama dengan IAGI Pengda NTB, Geopark Tambora dan Forum Pengurangan Resiko Bencana NTB dalam momentum International Day for Disaster Risk Reduction 2021 melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan terkait dengan aksi-aksi pemuda dalam pengurangan resiko bencana akibat perubahan iklim.

Baca Juga: Pernah Mekar dan Akan Kembali Mekar: Geopark Rinjani Hadir Untuk Desa Karang Bayan

Kegiatan ini mendapat perhatian dan antusiasme dari generasi muda. Hal ini terbukti dengan lebih dari 700 peserta yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan. Karena kondisi pandemi yang masih belum stabil, kegiatan ini dilaksanakan dengan metode hybrid dan diikuti peserta dari dalam dan luar NTB.

Rangkaian kegiatan yang menyasar generasi muda ini berjalan selama 3 hari. Di buka langsung oleh Kepala BAPPEDA NTB, Dr. Iswandi menyampaikan pesan dan nasihat baik, mengingat perubahan iklim yang semakin hari semakin mengancam peradaban alam semesta.

“saya mungkin bisa saja mengirimkan perwakilan untuk datang dari Mataram ke Sembalun ini. Tetapi mengingat sangat pentingnya acara ini, saya menyempatkan untuk datang langsung agar saya bisa menyampaikan kepada generasi muda khususnya RGYF bahwa kelangsungan hidup kita dan bumi ini dimasa depan ada di tangan generasi muda,” pesannya kepada generasi muda.

“tidak perlu banyak, tidak perlu aneh-aneh. Mulai saja dengan aksi-aksi kecil tetapi jangan pernah berhenti.” Pungkasnya.

Hadir juga dalam acara pembukaan, GM Rinjani-Lombok UGGP Pak Mummad Farid Zaini. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan alasan kenapa  IDDR 2021 ini harus dilaksanakan.

Halaman:

Editor: Usman Jayadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir di Lombok, Tebing di Selong Belanak Longsor

Selasa, 7 Desember 2021 | 13:14 WIB
X