Penamaan Mangrove Sebagai Bentuk Program PHP2D DPM Fakultas Hukum UNSA

- Senin, 27 September 2021 | 22:11 WIB
Kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir (LombokInsider.com)
Kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pesisir (LombokInsider.com)

Sumbawa, LombokInsider.com - Kegiatan penanaman mangrove oleh Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Samawa (DPM FH UNSA) Di Dusun Labuhan Terata, Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape bersama dengan Kapolres Sumbawa, Pemerintah Desa Labuhan Kuris, Dekan FH UNSA, Kaprodi Ilmu Hukum FH UNSA, Mahasiswa FH UNSA serta pemuda dan masyarakat dusun setempat dilaksanakan pada hari Kamis, 23 September 2021.

Kondisi Pesisir Labuan Terata yang memperihatinkan tidak lain di akibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian pohon mangrove sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pohon mangrove. Beberapa permasalahan terjadi, seperti sedikitnya keberadaan ikan di wilayah pesisir, sehingga berdampak pada mata pencarian masyarakat semakin lama semakin sulit. Bagaimana tidak, jikalau tidak terdapat kehidupan di wilayah pesisir, maka secara otomatis masyarakat tidak memperoleh apa-apa dari wilayah laut. Oleh karna itu penting sekali menjaga kelestarian pohon mangrove.

Kegiatan penanaman 500 bibit pohon mangrove di Dusun Labuan Terata mendapat antusias yang tinggi dari kalangan pemuda serta masyarakat desa setempat sehinggga pelaksanaannya berjalan dengan lancar. Kegiatan ini merupakan salah satu dari program Tim PHP2D DPM FH UNSA, Tujuannya tidak lain yaitu untuk menjaga wilayah pesisir dengan menghijaukannya melalui pohon mangrove. Hal ini sebagai bentuk kongkrit dari kegiatan tim PHP2D dalam melindungi wilayah pesisir, terutama wilayah pesisir Dusun Labuhan Terata dari berbagai ancaman seperti Abrasi, Erosi Pantai, serta banjir rob. Abrasi dan erosi tidak menutup kemungkinan pasti akan terjadi. Begitu juga banjir rob. Banjir merupakan langganan yang setiap tahun pasti terjadi. Hal ini dikarenakan tidak adanya penahanan wilayah pesisir Labuan Terata. Melalui kegiatan ini salah satu upaya guna mencegah dampak  buruk bagi kehidupan wilayah pesisir.

Tidak hanya itu, keberadaan program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian pohon mangrove untuk kesejahteraan bersama.

Setelah dilakukan wawancara oleh Tim PHP2D DPM FH UNSA kepada pemerintah desa dan pemuda Dusun Labuhan Kuris, mereka mengakui memang kekhawatiran pemerintah desa cukup besar terhadap wilayah tersebut, tempat yang tidak begitu luas tetapi dengan penduduk yang yang begitu padat tidak di dukung oleh mata pencarian yang memadai. Hal ini dapat mengancam  pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.

“Penanaman pohon mangrove ini mungkin merupakan program unggulan untuk wilayah pesisir, dan saya akan menghimbau kepada kepala dusun untuk menjaga agar tanaman mangrove ini tetap lestari dan tumbuh dengan baik” ujar salah satu  perwakilan Desa Labuhan Kuris. (SF/Her)

Editor: Usman Jayadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X