RKUHP segera disahkan, seks di luar nikah dan kumpul kebo bakal dipenjara, masa hukumannya tak main-main

- Jumat, 25 November 2022 | 21:55 WIB
Ilustrasi RKUHP segera disahkan, pelaku seks di luar nikah dipenjara 1 tahun, kumpul kebo 6 bulan. (Pixabay)
Ilustrasi RKUHP segera disahkan, pelaku seks di luar nikah dipenjara 1 tahun, kumpul kebo 6 bulan. (Pixabay)

LOMBOK INSIDER - Dikabarkan tidak lama lagi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akan segera disahkan. RKUHP nantinya akan berganti menjadi Undang-Undang (UU) jika resmi disahkan.

RKUHP turut mengatur kentuan hubungan seks di luar nikah dan juga hubungan kumpul kebo. Menurut peraturan, kedua hal itu akan mendapat sanksi jika terbukti.

Dalam Pasal 413 ayat 1 bagian keempat tentang Perzinaan. Pada pasal itu menyebut siapa yang melakukan hubungan seks di luar pernikahan dapat ancaman pidana penjara selama 1 tahun.

Baca Juga: Daftar hari besar Nasional dan Internasional Desember 2022, lengkap beserta hari dan urutan tanggal

Dilansir dari laman kominfo.go.id mengutip infopublik.id, pasal perzinaan termasuk delik aduan. Maka bentuk penuntutan pada pelaku hanya bisa dilaporkan oleh dua pihak. Pertama, adalah suami atau istri. Kedua, orang tua atau anaknya.

"Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak kategori II (Rp7,5 juta)," bunyi pada Pasal 415.

Selain zina ada aturan terhadap kumpul kebo (kohabitasi) yaitu kegiatan kumpul bersama dalam satu atap tanpa ikatan pernikahan. Siapa saja yang melakukan bakan diancam pidana menurut Pasal 416 Ayat 1 berikut.

Baca Juga: Baru saja Rendi Jhon dan Glenca Chysara menikah, ibundanya kasih ultimatum hingga video ranjangnya beredar

"Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan atau pidana denda paling banyak kategori II," demikian bunyi Pasal 416 Ayat 1.

Skema aturannua persis dengan perzinaan, pelaporan hanya bisa oleh dua pihak yakni suami atau istri, anak atau orang tua.

Halaman:

Editor: Muhammad Khusaini

Sumber: kominfo.go.id, infopublik.id, pmjnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertama kali, Kementerian PANRB gelar kompetisi WiNNER

Selasa, 7 Februari 2023 | 15:09 WIB

Tanda tanya investor lirik IKN, Ini kata Senayan

Selasa, 7 Februari 2023 | 07:54 WIB
X