Demokrat kembali menang, Mahkamah Agung tolak lagi 2 Kasasi sekaligus dari kubu Moeldoko

- Senin, 3 Oktober 2022 | 16:30 WIB
Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya (Istimewa)
Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya (Istimewa)

LOMBOK INSIDER – Mahkamah Agung kembali menolak sekaligus 2 Kasasi dari kubu Moeldoko. Seperti yang tertuang dalam putusan dengan nomer 487 K/TUN/2022 dan 488 K/TUN/2022. Kedua gugatan kasasi ini adalah merupakan rangkaian dari gugatan yang dilayangkan kubu Moeldoko pasca Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal Partai Demokrat, pada 5 Maret 2021.

Baca Juga: Demokrat sambut baik Nasdem deklarasi Anies Baswedan, AHY: Selaras dengan Semangat ‘Perubahan dan Perbaikan

“Partai Demokrat bersyukur dan mengapresiasi Mahkamah Agung dan Majelis Hakim yang telah memeriksa perkara ini dengan adil dan sesuai dengan hukum,” ungkap Sekjen DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, Senin 3O Oktober 2022.

Teuku riefky juga menambahkan jika kunci kemenangan selama ini tidak lepas dari peran seluruh kader Partai Demokrat, khususnya ketua DPD dan DPC se-Indonesia. Putusan ini harus menjadi momentum untuk fokus menjemput kemenangan di 2024.

“Soliditas dan Loyalitas kader terbukti menjadi kunci utama mempertahankan kedaulatan partai. Ini harus menjadi modal dasar menjemput kemenangan di 2024,” pungkas Wakil Ketua Komisi 1 DPR-RI ini.

Penolakan 2 putusan kasasi ini semakin menegaskan bahwa kepemimpinan Ketum AHY dan AD/ART hasil Kongres Partai Demokrat 2020 sah secara hukum dan sudah sesuai dengan aturan.

Baca Juga: Resmikan Tugu Makam Raja Simanjunyak, AHY bangga jadi bagian keluarga besar Marga Simanjuntak

Langkah hukum kubu Moeldoko telah ditolak sebanyak 16 kali, mulai dari ditolak di Menkumham, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Pengadilan Tinggi Jakarta, PTUN Jakarta, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN), permohonan ‘Judicial Review’, sampai puncak nya di Mahkamah Agung.

"Dengan kembali ditolaknya semua gugatan mereka ini, semoga memberi kesadaran kepada kubu Moeldoko berhentilah menganggu demokrasi di Indonesia. Dan untuk seluruh kader Demokrat di Indonesia, dengan keluarnya putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht) dari Mahkamah Agung ini berarti seluruh persoalan hukum di Partai Demokrat telah selesai," tutupnya.

Halaman:

Editor: Arafat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X