Buntut Kanjuruhan Disaster, Blok Politik Pelajar buka petisi tuntut polisi hentikan penggunaan gas air mata

- Senin, 3 Oktober 2022 | 09:45 WIB
Ilustrasi petisi tuntut Polisi hentikan penggunaan gas air mata (Twitter @ChangeOrg_ID)
Ilustrasi petisi tuntut Polisi hentikan penggunaan gas air mata (Twitter @ChangeOrg_ID)

LOMBOK INSIDER - Pertandingan antara Arema vs Persebaya berlangsung ricuh. Duel laga klub bola terbaik di Jawa Timur itu berlangsung pada Sabtu, 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kericuhan diduga lantaran suporter Arema yang memasuki area lapangan untuk protes lantaran kekalahannya di kandang sendiri.

Baca Juga: Petisi tragedi Kanjuruhan hampir kumpulkan 10.000 tanda tangan, Blok Politik Pelajar: Kepolisian harus stop...

Setelahnya kericuhan mulai terjadi ketika polisi memukul mundur suporter dengan menembakkan gas air mata.

Langkah kepolisian dengan menembakkan gas air mata menuai kontroversi, lantaran penggunaan gas air mata sendiri dilarang oleh Federasi Sepak Bola dunia atau FIFA.

Organisasi Blok Politik Pelajar membuka petisi, di mana menuntut polisi untuk menghentikan penggunaan gas air mata.

Seperti yang diketahui akibat dari kerusuhan tersebut, sebanyak 130 meninggal dunia dan 191 mengalami luka-luka dan sedang dalam perawatan.

Menurut Blok Pelajar Politik penggunaan gas air mata sangat membahayakan kesehatan, seperti yang dikutip dari petisi di platform change.org

Stop Penggunaan Gas Air Mata atau #RefuseTearGas adalah desakan Publik kepada otoritas keamanan Republik Indonesia untuk tidak menggunakan gas air mata dalam menangani massa. Sertai penolakan-mu dengan mendatangani petisi ini!

Halaman:

Editor: Arafat

Sumber: change.org, Twitter @ChangeOrg_ID

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X