Buntut tragedi Kanjuruhan, cerita pilu sosok ibu yang menggendong anaknya: Ya Allah anakku sudah meninggal

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:56 WIB
Potret kerusuhan di Kanjuruhan Malang Minggu mini hari (Twitter @ProfanityNewz)
Potret kerusuhan di Kanjuruhan Malang Minggu mini hari (Twitter @ProfanityNewz)

LOMBOK INSIDER – Laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjurhan Malang berakhir menjadi sebuah tragedi pilu lantaran menelan banyak korban jiwa.

Kepolisian mencatat peristiwa itu menyebabkan 127 orang meninggal dunia dan 180 orang terluka.

Baca Juga: Tragedi Bonek vs Aremania di Kanjuruhan coreng wajah sepakbola Indonesia, pemakaian gas air mata dipertanyakan

Ada cerita yang menyayat hati tentang tragedi ini, dikutip dari salah satu korban yang juga menjadi wartawan dari Jawapos, Bagus Pamungkas.

Pasca kekalahan Arema dari Persebaya banyak oknum supporter yang turun ke lapangan.

Ketika hal tersebut terjadi, situasi di dalam stadion sangat mencekam.

Bagus menceritakan, kerusuhan terjadi saat dirinya dan wartawan lain berusaha untuk keluar dari wilayah stadion saat itu.

Dalam perjalanan keluar tersebut, pandangan bagus terfokus kepada salah satu ibu yang tengah menggendong anaknya sembari berlari keluar stadion.

Bagus mendengar ibu itu berteriak tentang kondisinya anak yang ia gendong sudah tidak bernafas lagi.

Halaman:

Editor: Arafat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X