APTISI NTB ‘menggugat’, tolak RUU pendidikan masuk Prolegnas

- Jumat, 23 September 2022 | 14:04 WIB
Sekretaris APTISI NTB, Doktor Halus Mandala. (APTISI NTB)
Sekretaris APTISI NTB, Doktor Halus Mandala. (APTISI NTB)

LOMBOK INSIDER – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI NTB), secara tegas menyatakan menolak dan ‘menggugat’ Rancangan Undang-Undang (RUU) pendidikan.

RUU pendidikan rencananya akan dibahas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR-RI masa sidang akhir tahun nanti. 

APTISI NTB menilai RUU pendidikan yang akan dibahas instrumen perencanaan program pembentukan undang-undang DPRI RI itu diskriminatif.

Baca Juga: 5 makanan yang wajib dihindari oleh penderita stroke 

APTISI NTB mengagendakan menghadap Presiden RI, Joko Widodo, ‘menggugat’ sifat diskriminasi RUU Pendidikan yang akan disahkan wakil rakyat di Jakarta dalam RUU itu. 

Menurut Sekretaris APTISI NTB, Doktor Halus Mandala, isi RUU yang menjadi keberatan kalangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), terjadi pemisahan status antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan PTS. 

Disebutkan, dosen dan guru negeri akan dikelompokkan dalam undang-undang ASN, sementara dosen dan guru swasta akan dimasukkan ke dalam undang-undang buruh.

Baca Juga: Akun IG Tasya Farasya diserang netizen, sindir panas soal klaim si paling pendiam 

“Inilah yang menjadi dasar keberatan kami. Kami melihat, ada sikap diskriminasi antara swasta dan negeri. Kok kami disamakan dengan buruh. Kami lahir sebagai intelektual kampus yang tidak sekedar memberi ilmu pengetahuan. Kami berharap RUU ini tidak masuk ke ruang pembahasan DPR RI untuk disahkan,” jelas Halus Mandala

Halaman:

Editor: Agus Apriyanto LI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X