Niat berikan bantuan, Ridwan Kamil malah diserbu warga

- Senin, 27 Juni 2022 | 12:18 WIB
Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat saat mengunjungi lokasi longsor dan banjir badang di Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor
Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat saat mengunjungi lokasi longsor dan banjir badang di Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor

LOMBOK INSIDER - Niat ingin melihat lokasi bencana, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil malah diserbu warga korban bencana banjir bandang dan longsor di Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Warga berebut ingin bersalaman dengan suami Atalia Praratya.

Maklum saja, sejak kematian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, masyarakat merasa makin dekat dengan sosok Guberburnya ini. Mereka merasa iba atas kesedihan yang dialami Ridwan Kamil sekeluarga sejak ditinggal Eril.

Tak terkecuali ketika Ridwan Kamil datang ke lokasi banjir bandang dan longsor di Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Ridwan yang datang ingin melihat lokasi dan memberi bantuan Rp 500 juta untuk penanganan banjir bandang dan longsor malah diserbu warga yang ingin bersalaman atau memeluknya.

Dana bantuan Rp 500 juta yang diberikan Ridwan tersebut digunakan untuk tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di dua kecamatan di Kabupaten Bogor itu. Untuk dana proses rekonstruksi, Pemerintah Kabupaten Bogor harus mengajukannya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Saat memberi bantuan 500 juta, Ridwan berharap proses tanggap darurat ini segera dilanjutkan dengan pemulihan atau pemulihan kehidupan warga setempat.

"Untuk menghitung kebutuhannya secara terbatas, wilayah yang harus segera kembali normal," kata Ridwan di Desa Purasari, Minggu, 26 Juni 2022.

Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bogor bagian barat itu terjadi usai hujan deras pada Rabu, 22 Juni 2022.


Banjir bandang dan longsor menyapu Desa Cibunian di Kecamatan Pamijahan dan Desa Purasari di Kecamatan Leuwiliang.
Akibat bencana itu, tiga orang tewas. Banyak rumah warga rusak, serta akses jalan dan jembatan terputus.


Selain memberikan bantuan, Ridwan juga meninjau tempat-tempat pengungsian untuk memastikan warga korban bencana memperoleh tempat tinggal sementara.
Pemerintah Kabupaten Bogor diminta membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari korban bencana. Terutama yang kehilangan harta dan bendanya akibat bencana hidrometeorologi


Ridwan meminta pemulihan pemulihan lokasi bencana itu dapat segera dilakukan agar kehidupan warga Desa Purasari kembali normal. “Saya terima kasih, upaya gotong royong kita ini luar biasa,” ujarnya.


Kepada warga desa Purasari dan masyarakat Kabupaten Bogor, Gubernur Jawa Barat itu berpesan agar tidak mengganggu aliran sungai. Bencana banjir bandang dan longsor ini, kata Ridwan, adalah pelajaran untuk tidak mengganggu aliran sungai karena dapat menyebabkan bencana di kemudian hari.

Halaman:

Editor: Siti Aeny Maryam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X