• Selasa, 9 Agustus 2022

Joki cilik di ajang Lomba Pacuan Kuda MXGP Sumbawa diprotes pemerhati anak

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 07:44 WIB
Joki cilik saat beraksi di Lomba Pacuan Kuda MXGP Samota Sumbawa
Joki cilik saat beraksi di Lomba Pacuan Kuda MXGP Samota Sumbawa

LOMBOK INSIDER - Keberadaan joki cilik dalam ajang event memeriahkan MXGP Samota Sumbawa disorot kalangan pemerhati anak.

Ya, dalam rangka memeriahkan ajang MXGP Samota Sumbawa, panitia mengelar sejumlah acara menarik, diantaranya Balap Kuda Joki Cilik di Kabupaten Sumbawa.

Sayangnya, keberadaan joki cilik ini mendapat reaksi negatif dari sejumlah pihak dan pemerhati anak. Bahkan mereka sangat serius dan mengejutkan ingin melakukan berbagai ikhtiar untuk mencari solusi dan menghentikan peran joki anak atau joki cilik di arena pacuan kuda tradisional di NTB.


Menanggapi hal ini, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., yang dikenal penyuka kuda ini, menyatakan secsra jujur juga tidak setuju dengan adanya joki cilik. Namun, di pacuan kuda tradisional seperti ini sudah melekat jokinya oleh anak-anak, sehingga menjadi tradisi yang telah mengkultur ditengah masyarakat sejak dulu.

Maka dibutuhkan proses untuk mengubahnya. "Memperbaiki tradisi tidak bisa serta merta, tapi butuh proses," kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB, di acara penutupan lomba pacuan kuda sebagai bagian dari side event untuk memeriah MXGP Samota, di desa Penyaring, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Gubernur NTB DR. Zulkifli saat jumpa pers MXGP Samota Sumbawa

Lebih lanjut jelas Doktor Zul, dirinya sering melihat pacuan kuda di luar negeri, memang tidak ada joki cilik yang terlihat. Namun keberadaan joki cilik yang identik dengan pacuan kuda masyarakat Sumbawa, Dompu dan Bima ini sudah dianggap hal yan biasa oleh masyarakat lokal setempat.

Hal tersebut dikarenakan juga oleh ukuran dan jenis kuda di Pulau Sumbawa yang dilombakan oleh masyarakat, merupakan jenis dan ukuran kuda yang kecil, sehingga cocok untuk ditunggangi oleh joki anak-anak. Karena jika ditunggangi oleh joki dewasa maka kudanya tidak akan mampu berpacu.

Oleh karena itu, berbagai upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah, termasuk melalui Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI). Salah satunya memperketat aturan untuk jenis dan ukuran kuda.

Dalam olahraga pacuan kuda, sudah memiliki kelas-kelas pacuan. Kelas F untuk dewasa dengan ukuran kuda yang besar juga.

Halaman:

Editor: Siti Aeny Maryam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X