Derita TKI Migran Asal NTB korban kapal tenggalam, "Kami diperlakukan tidak manusiawi"

- Jumat, 24 Juni 2022 | 23:33 WIB
21 TKI Ilegal asal Lombok korban kapal terbalik
21 TKI Ilegal asal Lombok korban kapal terbalik

LOMBOK INSIDER - Niat hati untuk mencari nafkah keluarga, tapi malah siksa yang tiada tara.

Kata-kata mutiara itu mungkin bisa menggambarkan hati para korban kapal tenggalam TKI Ilegal di Batam beberapa waktu yang lalu. Uang mereka sudah melayang, kapal pun tenggelam ditengah laut, bahkan nyawa pun terbang melayang.

Karena ingin segera mendapatkan pekerjaan, mereka nekat menempuh jalur ilegal. Tapi apa yang terjadi, selama perjalanan, mereka mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.

Adalah Denin (21), warga asal Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Dia adalah salah satu korban kapal tenggelam di perairan Nongsa bersama puluhan rekan-rekan lainnya. Dan Denin mengungkap kisah pilu selama perjalanan mereka menuju Malaysia.

"Saya dan rekan-rekan diperlakukan idak manusiawi," ungkap Denin.

Lebih lanjut Denin menceritakan kronologis keberangkat mereka ke Malaysia hari itu.

Kapal yang mereka tumpangi seharusnya hanya bermuatan 15 orang, namun diisi lebih dari 30 penumpang.

“Kami disuruh cepat masuk ke dalam kapal, disuruh merunduk, membungkuk, tidak ada jarak di antara kami, semua saling berdesak-desakan dalam kapal,” ujar Denin saat ditemui wartawan di Selter BP2MI Kepri.

Selain perlakuan tak layak di dalam kapal, rombongan PMI asal Lombok pun dibuat seperti sekelompok pelaku kejahatan.
“Seperti tersangka kejahatan gitu,” kata Denin menceritakan pengalamannya sebelum kapal yang ditumpangi 30 PMI terbalik di perairan Pulau Putri, Nongsa, Batam, Jumat (16/6/2022) malam.

Halaman:

Editor: Siti Aeny Maryam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X