Detik-detik tertembaknya putra Buya Arrazy Hasyim

- Jumat, 24 Juni 2022 | 01:32 WIB
Putra ke dua Buya Arrazy Hasyim
Putra ke dua Buya Arrazy Hasyim

LOMBOK INSIDER - Detik detik tertembaknya putra kedua Buya Arrazy Hasyim, Ulama pengasuh lembaga tasawuf di Ciputat meninggal karena tertembak senpi di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban, akhirnya terungkap.

Ternyata, insiden itu terjadi saat petugas pemilik senjata api sedang melaksanakan shalat.

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M. Gananta menjelaskan, peristiwa itu hari Rabu siang pukul 13.00 WIB itu terjadi saat petugas pemilik senpi yang disebut pengawal Buya Arrazy sedang shalat di masjid. Ketika sholat itu sang petugas meletakkan senpi miliknya.

"Jadi musibah itu terjadi saat petugas itu salat. Kejadiannya di rumah. Rumahnya itu pas mepet masjid. Petugas itu sudah meletakkan senpi di tempat yang aman," ujar Gananta.

Tiba-tiba terdengar letusan tembakan, dan balita berusia 3 tahun yang tak lain adalah putra Buya Arrazy terkena peluru yang bersumber dari senjata teesebut. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit terdekat.

Setelah mendengar khabar duka itu, warga berbondong-bondong ke rumah mertua Buya Arrazy di Desa Palang, Palang, Kabupaten Tuban untuk menghadiri proses pemakaman putra kedua ulama kelahiran Koto, Payakumbuh, Sumatera Barat itu.

Buya Arrazy Hasyim adalah seorang ulama, mubaligh, sekaligus pengasuh lembaga tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Ia juga Dosen Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta serta pengajar hadis dan akidah di Darus-Sunnah Ciputat.

Lebih lanjut dijelaskan Kasat Reskrim Polres Tuban, pihaknya telah melakukan pemeriksaan berkaitan insiden itu. Namun kedua orang tua balita itu yakni Buya Arrazy Hasyim dan istrinya Eli Ermawati telah mengikhlaskan.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan dan kedua orang tua tidak menuntut atas kejadian itu. Orangtua mengikhlaskan dan menganggap bahwa peristiwa itu adalah musibah," ungkapnya.

Kendati demikian, Gananta menegaskan senjata api milik petugas yang disebut-sebut merupakan pengawal Buya Arrazy Hasyim itu sudah terkunci maksimal. "Senpi itu sudah di-lock maksimal, sudah safety. Tapi namanya anak kecil rasa ingin tahunya besar," ungkapnya lagi.***

Halaman:

Editor: Siti Aeny Maryam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X