Balita 2 tahun disiram air keras oleh ayah kandung

- Kamis, 23 Juni 2022 | 23:43 WIB
PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan langsung mengunjungi korban di RSUD Kabupaten Bekasi
PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan langsung mengunjungi korban di RSUD Kabupaten Bekasi

LOMBOK INSIDER - Begitu malang nasib Frecila. Balita yang baru berusia 2 tahun ini terkena musibah atas perbuatan keji ayah kandungnya sendiri.

Balita yang biasa di panggil dede Silvi ini turut menjadi korban penyiraman air keras oleh ayah kandungnya sendiri di Kampung Jagawana, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Senin (20/6) lalu.

Ya, seorang pria bernama Rezy Totty Saputra alias Kenji tega menyiram air keras mantan istri bersama anak dan mantan ibu mertuanya.

Ketiganya disiram air keras oleh pelaku saat tengah tertidur lelap dirumah kontrakannya di Kampung Jagawana Kongsi RT 004/07 Desa Sukarukun Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin dini hari.


Menurut Andi Lala, Ketua RT setempat, peristiwa penyiraman air keras terhadap korban Siti Hartini (56), Siti Sri Hardianti (23), dan Frecila (2), saat ketiganya sedang tertidur dirumah kontrakan Siti Hartini yang merupakan mantan ibu mertua pelaku.


Dia (pelaku) datang itu pas larut malam, langsung dobrak pintu kontrakan dan menyiramkan air keras ke tubuh korban, itu ada istri, anak, sama mertuanya semua kena siram air keras," jelas Andi Lala, saat ditemui dilokasi kejadian.


Adalah Frecila yang akrab di panggil dede Silvi, balita korban penyiraman air keras. Balita malang ini mengalami luka bakar yang cukup serius akibat reaksi cairan kimia pada bagian kulit.

Menurut dr Maulina Rachmasari, dokter spesialis bedah plastik yang menangani Fracilia, kondisi balita malang ini relatif stabil meski luka bakar yang dialaminya cukup parah, dengan penyebaran luka sebesar 30 persen, dan kedalaman luka di grade 2 atau 3 lantaran sebagian luka cukup dalam di bagian wajah.

"Balita itu alami luka bakar itu sekitar 30 persen dengan gradenya dua sampai tiga, itu jadi ada luka yang cukup dalam di area wajah," ujar Maulina kepada wartawan.

Maulina juga mengungkapkan, akibat luka siraman air keras itu, kelopak mata korban sempat mengalami pembengkakan sehingga dikhawatirkan dapat berdampak pada fungsi penglihatan korban.

Halaman:

Editor: Siti Aeny Maryam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X