Setelah Sanjung Ibu Megawati, Presiden Joko Widodo Sampaikan Gotong Royong Sebagai Strategi Indonesia Kedepan

- Rabu, 22 Juni 2022 | 21:26 WIB
Presiden Joko Widodo Menyampaikan Pidato Arahan Dalam Rakernas II PDIP di Jakarta (Twitter@putih_merah)
Presiden Joko Widodo Menyampaikan Pidato Arahan Dalam Rakernas II PDIP di Jakarta (Twitter@putih_merah)

LOMBOK INSIDER - Presiden Joko Widodo telah menghadiri Rakernas II PDIP pada Selasa (21/06/2022) di Kawasan Lenteng Agung Jakarta Selatan. Sebelum membahas kondisi dan tantangan global, Presiden Jokowi sempat menyanjung Ibu Megawati dalam pengantar pidatonya.

"Terima kasih atas tumpengan untuk saya, tapi kita tahu hari ini 21 Juni Haulnya Bung Karno juga. Ibu Mega, sejak ketemu tadi pagi kelihatan tetap cantik dan kharismatik, meskipun usianya 57 tahun. Aura kecantikannya tidak memudar," sanjung Presiden Jokowi kepada Ibu Megawati diiringi tepuk tangan para hadirin.

Baca Juga: Terungkap! Pria bertopeng pembajak akun adik almarhum Eril Zara minta uang tebusan segini

Mendengar sanjungan mendadak Presiden Jokowi yang katanya dari lubuk hati terdalam, sekilas Ibu Megawati tampak tersipu. Begitulah ekspresi dan relasi kedua tokoh bangsa itu, walau terkadang beritanya mengalami merah dan putih.

Pidato Presiden Jokowi dimulai dari desa, sebagaimana tema Rakernas tahun ini, dan mengingat ajaran Bung Karno tentang gotong royong.

Baca Juga: Indahnya persahabatan Adel dengan Eril dan Keluarga Ridwan Kamil

"Jadi gotong royong adalah satu usaha, satu amal, satu gawe, satu karya untuk menghasilkan karya atau prestasi besar. Kata Bung Karno, gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, perjuangan untuk saling membantu, membangun kekuatan bersama, holopis kuntul baris", terang Presiden Jokowi.

Demikian pula dalam pembangunan, sebagai bangsa yang besar kita harus ber-gotong royong. Masing-masing harus berperan sesuai keahlian, keunggulan, dan saling bekerjasama, berkolaborasi, bersinergi, untuk menghasilkan karya yang besar.

Baca Juga: Momen lucu kebersamaan Ridwan Kamil dan Arkana, pengganti Eril setelah tiada…

Kenyataannya dunia sedang serba tak pasti dan tidak mudah. Berbagai krisis kita alami bertubi-tubi, seperti krisis pandemi, perang yang merambah ke krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan.

Halaman:

Editor: Joe Santoso

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X