• Sabtu, 22 Januari 2022

Kerja Sama KKP dan IPB, Gelar Aquafest 2021 Guppy Contest untuk Tumbuhkan Rasa Cinta Ikan Hias Indonesia

- Senin, 27 September 2021 | 23:39 WIB
Aquascape dan Kontes Guppy Nasional (LombokInsider.com)
Aquascape dan Kontes Guppy Nasional (LombokInsider.com)

LombokInsider.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mendukung pelaksanaan kegiatan Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang bertajuk Aquaculture Festival (Aquafest) 2021. Puncak acara yang dilaksanakan Minggu (26/9/2021) menggelar Guppy Contest dan Quick Setting Aquascape Competition di Raiser Ikan Hias Cibinong - Bogor Jawa Barat yang berada di bawah pengelolaan Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), UPT Ditjen PDSPKP.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan Guppy Contest dan Quick Setting Aquascape Competition yang merupakan bagian dari Aquafest 2021 ini dapat meningkatkan rasa cinta dan animo masyarakat terhadap ikan hias Indonesia, meningkatkan kesejahteraan semua stakeholders ikan hias Indonesia serta menumbuhkan kreativitas adik-adik mahasiwa Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB untuk menjadi entrepreneur di bidang perikanan,” ujar Direktur Jenderal PDSPKP, Artati Widiarti saat membacakan Sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan di puncak acara.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Desa, KKP Luncurkan Program Sinergitas Dewi Bahari di Lombok Timur

Terkait pelaksanaan Aquafest 2021, Wakil Rektor IPB Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Drajat Martianto menyampaikan terima kasih kepada KKP atas kerjasamanya. “Kami sangat berterimakasih karena KKP sudah menyiapkan ruang bagi para mahasiswa khususnya yang tergabung dalam Himakua, yang memang di IPB kami dorong untuk bisa melakukan sebanyak-banyaknya kegiatan yang ada kaitannya dengan akademik dan peningkatan hard skill dan soft skill,” ujar Drajat.

Guppy Contest yang memperebutkan piala Menteri Kelautan dan Perikanan ini berhasil menjaring peserta sekitar 1.000 ikan Guppy dari beberapa wilayah di Indonesia. Ikan pun mulai dikumpulkan sejak 24 September 2021 menggunakan jasa transhipper untuk meminimalisir mobilitas manusia. Sedangkan Quick Setting Aquascape diikuti 41 peserta yang beradu keterampilan melakukan pengaturan aquascape dalam waktu 3 jam.

Lebih lanjut, Artati menuturkan bahwa tren produksi ikan hias Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. “Berdasarkan data KKP tahun 2020, Volume produksi ikan hias selama periode 2015-2019 meningkat dari 1,31 miliar ekor menjadi 1,68 miliar ekor yang tersebar di 21 Provinsi untuk ikan hias air tawar dan 7 Provinsi untuk ikan hias air laut dengan produksi terbesar di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Banten dan Jambi,” kata Artati.

Baca Juga: Dirjen Minerba: Pertambangan Tanpa Izin Melanggar Konstitusi, Tidak Mengikuti Regulasi dan Tata Kelola

Artati menambahkan bahwa Indonesia dijuluki di dunia sebagai “Home of Hundreds Exotic Ornamental Fish” dan “Mega Biodiversity Countries”, karena Indonesia tercatat memiliki 4.552 jenis spesies ikan hias, 440 jenis diantaranya merupakan ikan endemik.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI saat memberikan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional tanggal 4 Mei 2021, disampaikan Indonesia adalah negara terkaya dalam hal biodiversity laut. Indonesia harus memanfaatkan secara bijak anugerah tersebut guna menyejahterakan rakyat dengan tetap menjaga alam dan keberlanjutan produksi. Sustainable blue economy menjadi agenda yang harus diprioritaskan di seluruh wilayah pantai yang kita miliki.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah menyampaikan bahwa untuk mewujudkan arahan Presiden RI, KKP memiliki 3 program terobosan yang bermuara pada keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan nasional. Pertama, peningkatan PNBP dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan melalui Kebijakan Penangkapan Terukur di setiap Wilayah Pengelolaan Perikanan. Kedua, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan. Dan ketiga, pembangunan kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Halaman:

Editor: Kasan Mulyono

Sumber: kkp.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X