Huma Betang, kunci kerukunan beragama di Bangsa Dayak

- Rabu, 28 September 2022 | 12:36 WIB
Huma Betang, sebuah filosofi dan praktek hidup bertoleransi satu sama lain di Bangsa Dayak (akun Twitter @Dara_Puteh)
Huma Betang, sebuah filosofi dan praktek hidup bertoleransi satu sama lain di Bangsa Dayak (akun Twitter @Dara_Puteh)

LOMBOK INSIDER - Tidak gampang merawat keberagaman beragama, apalagi dalam sebuah keluarga besar yang disebut suku.

Indonesia sendiri terus-menerus mencoba merawat keberagaman yang ada itu.

Indonesia berupaya mengelolanya menjadi sebuah potensi dan keunggulan sebagai sebuah bangsa yang majemuk.

Baca Juga: Ini 13 destinasi wisata Bangka Tengah yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi

Apalagi hal ini juga sesuai dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara kita, yakni Bhinneka Tunggal Ika, beragam-ragam tapi tetap satu juga.

Namun, merawat kebhinekaan ini bukan semata-mata tugas negara saja.

Masyarakat sendiri pun harus berupaya merawat dan menjaga keragaman yang ada di dalam dirinya sendiri.

Baca Juga: Kampung Dayun, dulu selalu mengalami banyak masalah, kini malah menjadi sumber rezeki

Salah satu yang menunjukan keseriusan dalam merawat kebhinekaan itu adalah Bangsa Dayak yang ada di Pulau Kalimantan atau Borneo.

Halaman:

Editor: Bro Hen

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X