Google Doodle hari ini Raden Ayu Lasminingrat, seorang penulis dan penggerak melampaui kaumnya

- Rabu, 29 Maret 2023 | 04:56 WIB
Google Doodle peringati hari kelahiran Raden Ayu Lasminingrat, seorang perempuan penggerak dan pelopor dari Garut. (Tangkapan layar Google)
Google Doodle peringati hari kelahiran Raden Ayu Lasminingrat, seorang perempuan penggerak dan pelopor dari Garut. (Tangkapan layar Google)

 

LOMBOK INSIDER - Google Doodle hari ini pada Rabu, 29 Maret 2029 menampilkan  ilustrasi sosok  penulis  dan pelopor kemajuan perempuan Sunda yang cerdas dan pejuang pada masanya, yakni Raden Ayu Lasminingrat yangi ilustrasi wajahnya muncul di halaman depan Google.

Dalam ilustrasi Google Doodle hari ini  yang dominan menggunakan latar warna coklat,  Raden Ayu Lasminingrat terlihat mengenakan pakaian adat khas Sunda dengan sanggul khas perempuan Jawa.

Pemasangan ilustrasi Raden Ayu Lasminingrat  sebagai ikon Google Doodle hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang lahir pada 29 Maret 1854 silam.

Mengutip dari laman

LOMBOK INSIDER - Google Doodle pada Rabu, 29 Maret 2029 menampilkan  ilustrasi sosok  penulis  dan pelopor kemajuan perempuan Sunda yang cerdas dan pejuang pada masanya, yakni Raden Ayu Lasminingrat yangi ilustrasi wajahnya muncul di halaman depan Google.

Dalam ilustrasi Google Doodle  yang dominan menggunakan latar warna coklat,  Raden Ayu Lasminingrat terlihat mengenakan pakaian adat khas Sunda dengan sanggul khas perempuan Jawa.

Pemasangan ilustrasi Raden Ayu Lasminingrat  sebagai ikon Google Doodle hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang lahir pada 29 Maret 1854 silam.

Mengutip dari laman budaya.jogjaprov.go.id Raden Ayu Lasminingrat terlahir dengan nama Soehara dari seorang ayah ulama atau kyai selain Penghulu Limbangan  dan juga sastrawan Sunday yakni Raden Haji Muhammad, sementara ibunya juga berasal dari kalangan ningrat yakni Raden Ayu Ria.

Sejak kecil Raden Ayu Lasminingrat sudah menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata anak seusianya sehingga ia cepat menguasai pelajaran sewaktu menempuh pendidikan di Sekolah Belanda di dearah Sumedang di bawah asuhan Levyson Norman.

Kecintaan Ayu Lasminingrat pada dunia literasi membuat minatnya tumbuh begitu besar menjadi seorang penulis selain karena ia juga memiliki kemampuan bahasa Belanda yang sangat baik sehingga ia mampu menyadur cerita-cerita dongeng  yang ditulis oleh Brueder Grimm dari bahasa Belanda ke dalam bahasa Sunda dalam aksara Jawa.

Karena ketekunannya menulis, Raden Ayu Lasminingrat menghasilkan tulisan saduran dalam dua buku yakni ‘Tjarita Erman’ yang merupakan saduran dari karya Christoph  von Schmid, selain ia juga menulis dalam aksara Jawa buku ‘Roepa -Roepa Dongeng yang merupakan terjemahan dari tulisan Maerchen von Brueder Grimm. Saat ini kedua buku yang disadurnya itu sudah ditulis dalam aksara latin dan diterjamhkan lagi dalam bahasa Indonesia sehingga menjadi bahan ajar di sekolah di Garut dan daerah lainnya.

Tidak hanya pandai menulis, Raden Ayu Lasminingrat juga memiliki semangat mencerdaskan sesama perempuan sebangsanya sehingga pada 1879 ia mendidik anak-anak di daerahnya melalui bacaan buku berbahasa Sunda yang ia siapkan lewat menyadur berbagai tulisan dalam bahasa asing.

Kegigihan dan semangatnya terus menyala hingga pada 1907, ia mendirikan Sekolah Kautamaan Istri di lingkungan Ruang Gamelan, Pendopo Garut yang awalnya bagi priyayi dan bangsawan untuk mengenalkan baca, tulis dan gerakan pemberdayaan perempuan, yang akhrinya diikuti oleh ratusan murid.

Halaman:

Editor: Darmailawati LI

Sumber: jogjaprov.go.id, Google

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X