Arab Saudi akhirnya wujudkan mega proyek 'gila', telan dana Rp7.790 triliun, Begini megahnya...

- Rabu, 23 November 2022 | 08:23 WIB
Mega proyek bernama neom yang di dalamnya terdapat smart city yang disebut The Line. ( Google Voi)
Mega proyek bernama neom yang di dalamnya terdapat smart city yang disebut The Line. ( Google Voi)

LOMBOK INSIDER - Beberapa tahun lalu, Pangeran Arab Saudi, Muhammad bin Salman pernah mengumumkan sebuah mega proyek bernama neom yang di dalamnya terdapat smart city yang disebut The Line.

Saat itu banyak yang meragukan mengenai mega proyek 'gila' Arab Saudi ini karena dianggap mustahil membangun proyek sebesar itu di padang pasir yang tandus.

Belum lagi tingkat kerumitan dan biaya besar yang akan dibutuhkan untuk mewujudkan itu semua. Namun saat ini keraguan itu sedikit demi sedikit mulai luntur.

Baca Juga: Sungguh aneh, ngaku tak sanggup bayar cicilan, kini Jessica Iskandar malah liburan dan ajak El Barack berkuda

Sebab sekarang Arab Saudi sudah memulai mega proyek gila ini, seperti dikutip Lombokinsider.com, dari Tiktok Papa Zolaa, Rabu, 23 November 2022.

Sebuah video konstruksi telah dirilis dan rekaman drone telah menangkap bagian dari proyek besar ini. Termasuk juga menunjukkan beberapa truk dan mesin bekerja di tengah gurun tandus.

Membentuk garis horizontal di tengah gurun tempat cikal bakal berdirinya kota masa depan The Line.

Baca Juga: Sedih banget! gempa di Cianjur telan puluhan nyawa, keluarga Lesti Kejora jadi korban?

Apa itu The Line?

The Line merupakan sebuah mega proyek smart city atau kota pintar modern yang membelah gurun. Kota ini berbentuk linear atau garis membentang sepanjang 170 km dengan lebar sekitar 200 meter dan berada di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.

Kota berdinding cermin ini nantinya akan menampung sekitar 9 juta penduduk. Di antara kedua cermin tersebut dibangun banyak gedung dan fasilitas semewah bagi penduduk The Line.

Intinya mega proyek ini seperti membangun kota dan menyatukan gedung-gedung dalam satu garis lurus. Proyek ini merupakan bagian dari visi tahun 2030.

Baca Juga: Rumah Lesti Kejora di Cianjur jadi sorotan usai gempa, benarkah ambruk berantakan?

Program Saudi yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi Kerajaan Saudi serta mereformasi sektor-sektor seperti pariwisata, infrastruktur, dan pendidikan.

The Line ini terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan pertama untuk zona pejalan kaki. Zona ini dibangun tanpa adanya jalan raya dan juga mobil.

Di sini akan terdapat banyak Green Park atau taman hijau yang membuat siapapun akan merasa nyaman.

Baca Juga: Dewi Perssik salah tingkah ada Nicky Tirta ingat momen indah masa lalu, netizen: masih saling sayang

Selanjutnya ada lapisan kedua yang terdiri dari berbagai infrastruktur tempat penduduk The Line tinggal dan melakukan aktivitas seperti bekerja, berbisnis, sekolah  dan hal-hal lainnya layaknya seperti aktivitas pusat kota pada umumnya.

Dan lapisan terakhir sebagai jalur transportasi. Lapisan transportasi akan mencakup sistem kereta api berkecepatan tinggi yang diklaim akan memungkinkan orang melakukan perjalanan dari satu ujung kota ke ujung lainnya hanya dalam 20 menit saja.

Kecerdasan buatan akan memantau kota dan menggunakan prediksi serta model data untuk menemukan cara meningkatkan kehidupan sehari-hari warganya.

Baca Juga: 3 cobaan hidup Alyssa Soebandono diduga jadi penyebab tubuhnya yang kian kurus dan terlihat tua

Kota akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara otonom untuk segala layanan dan jasa. Bisa dibilang ini seperti kota-kota yang terdapat dalam sebuah film fiksi yang akan segera terwujud.

Arab Saudi mengkalim The Line akan meciptakan 460 ribu pekerjaan dan menambah 48 miliar US Dollar pada PDB negara tersebut.

Sebagai negara yang sangat bergantung kepada hasil tambang minyak bumi, Arab Saudi sadar betul cepat atau lambat pasokan minyak bumi mereka akan menipis untuk itu The Line diharapkan menjadi penunjang ekonomi Arab Saudi di masa depan.

Halaman:

Editor: Junita Sianturi

Sumber: Tiktok Papa Zolaa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arab Saudi gagal beli F1 dengan harga $20 miliar

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:35 WIB

Ukraina minta bantuan tank dari AS dan Jerman

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:29 WIB
X