Tragedi mengerikan bagi Polandia : 100 ton ikan tiba-tiba mati di sungai Oder, kok bisa?

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 17:23 WIB
Foto yang diambil pada 15 Agustus 2022, menunjukkan bendungan yang digunakan untuk mengepung dan mengeluarkan ikan mati dari sungai Oder di Krajnik Dolny, Polandia barat laut. ( AFP)
Foto yang diambil pada 15 Agustus 2022, menunjukkan bendungan yang digunakan untuk mengepung dan mengeluarkan ikan mati dari sungai Oder di Krajnik Dolny, Polandia barat laut. ( AFP)


LOMBOK INSIDER - Polandia mengalami tragedi paling mengerikan dalam lingkungan hidup.

Bagaimana tidak, petugas pemadam kebakaran Polandia telah menemukan 100 ton ikan mati dari sungai Oder sejak Jumat, 12 Agustus 2022.

Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran akan bencana lingkungan. Hingga hari ini, alasan di balik insiden yang meresahkan itu masih belum diketahui.

Baca Juga: Perceraian Sule dan DM-nya dibongkar, Tisya Erni : aku bukan pelakor

"Kami belum pernah melakukan operasi lingkup ini di sungai sebelumnya,” kata Monika Nowakowska-Drynda dari kantor pers Pemadam Kebakaran Nasional Polandia.

Seperti dilansir Lombok Insider dari Reuters, Rabu, 17 Agustus 2022, sejumlah bendungan, perahu, sepeda quad dan bahkan drone terlibat dalam operasi besar-besaran untuk mengambil ratusan ton ikan mati dari sungai Oder.

Sungai Oder merupakan sungai dengan panjang 866 km, yang mengalir melalui Ceko, Polandia dan Jerman menuju Laut Baltik.

Baca Juga: Ceraikan Sule, Nathalie Holscher dijodohkan dengan pengusaha tajir hingga dapat umrah gratis

Sebagai salah satu hasil Perang Dunia II, sungai ini mulai dengan muara Neisse sampai kota Mescherin/Gryfino menjadi perbatasan barat Polandia.

Sementara itu, ribuan ikan mati ditemukan mengambang di sungai sejak akhir Juli 2022 oleh pemancing dan beberapa penduduk setempat. Aktivis lingkungan telah menyuarakan keprihatinannya tentang insiden yang mengarah ke reaksi berantai yang akan mempengaruhi seluruh ekosistem.

Baca Juga: Perceraian Sule dan DM-nya dibongkar, Tisya Erni : aku bukan pelakor

“Kita harus melihat bagaimana populasi burung berkembang dan apa yang akan terjadi pada rakun dan berang-berang. Ini adalah bencana yang mengerikan,” kata Karina Dörk, administrator distrik wilayah Uckermark Jerman, mengatakan kepada surat kabar Tagesspiegel.

Meskipun hingga kini penyebab matinya ribuan ton ikan itu belum jelas, Menteri Iklim dan Lingkungan, Anna Moskwa mengatakan bahwa sampel yang diuji tidak menunjukkan adanya zat beracun.

Baca Juga: Sule tancap gas nikahi Riesca Rose usai kantongi Restu emak tercinta

"Sampel air tidak menunjukkan adanya zat beracun. Namun, sampel menunjukkan peningkatan kadar garam, yang bisa terjadi karena kadar air rendah dan suhu tinggi. Kemungkinan air limbah industri dengan kandungan klorin yang tinggi dialirkan ke sungai juga sedang dijajaki," kata Anna.

Laboratorium di Republik Ceko, Belanda dan Inggris juga menguji sampel air untuk memahami penyebabnya. Polandia telah menawarkan hadiah satu juta złoty (sekitar USD 217.000) untuk informasi tentang siapa yang bertanggung jawab atas situasi tersebut.

Baca Juga: Diminta momongan saat malam pertama oleh ABG bohai, Abah langsung talak istri karena takut jantungan

Akibat insiden itu, Pemerintah Polandia mendapat kecaman karena gagal mengambil tindakan cepat.

Halaman:

Editor: Junita Sianturi

Sumber: wionews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rahasia Ukraina unggul dari Rusia, begini…

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:21 WIB
X