Diancam bertubi-tubi, Mendagri Singapura pertanyakan nyali pendukung UAS: Apa mereka juga berani ancam China?

- Selasa, 24 Mei 2022 | 13:28 WIB
Mendagri Singapura Kasiviswanathan Shanmugam. (Akun Twitter @kshanmugam)
Mendagri Singapura Kasiviswanathan Shanmugam. (Akun Twitter @kshanmugam)

LOMBOK INSIDER – Menteri Dalam Negeri Singapura (Mendagri) Kasiviswanathan Shanmugam rupanya mengamati komentar bernada ancaman dari pendukung Abdul Somad atau UAS yang datang bertubi-tubi pasca penolakan pendakwah kondang itu masuk Singapura beberapa waktu lalu.

Kasiviswanathan Shanmugam misalnya membaca komentar yang mengatakan pasukan pembela Islam akan membom Singapura mirip pemboman World Trade Center (WTC) atau yang dikenal dengan istilah peristiwa 9/11 yang terjadi pada 2001 lalu.

Baca Juga: Tembus 7.777.777 penonton, berapa keuntungan Film KKN di Desa Penari?

“Mengirim pasukan pembela Islam untuk menyerang negara anda seperti 9/11 New York 2001 dan kami juga akan mengusir warga Singapura yang berpura-pura transit dan tinggal di Indonesia,” tulis komentar tersebut seperti dikutip laman The Straits Times pada Selasa, 24 Mei 2022.

Namun alih-alih akan melunak dengan ancaman yang diterimanya, Kasiviswanathan Shanmugam justru menyinggung sikap serupa yang diterapkan oleh negara-negara lain yang menolak masuk Ustaz Abdul Somad karena dianggap memiliki pemikiran radikal. Ia bahkan pertanyakan nyali pendukung Abdul Somad, apakah mereka juga berani mengancam China.

Baca Juga: Dewi Yukha Nida, Juara MTQ Internasional di Rusia terima bonus Rp25juta dari Kemenag

“Saya bertanya-tanya apakah pendukung Somad juga (berani) mengancam China, karena dia ditolak masuk ke Hong Kong, dan mengancam negara-negara Eropa lainnya. Atau hanya Singapura yang mendapatkan perhatian khusus dan mereka cukup berani untuk mengancam Singapura,” ucap Shanmugam.

Dilansir dari jaringan Promedia, Hops.ID dalam artikel yang berjudul: Negaranya dikecam pendukung UAS, Mendagri Singapura: Apa mereka juga berani ancam China? Ia juga menyebut bahwa UAS dan pendukungnya dianggap tidak dapat menghormati Singapura sebagai negara yang terpisah.

Baca Juga: Mesut Ozil: Hai, saya sedang dalam perjalanan ke Indonesia, sampai ketemu di Jakarta

Menambakan pernyataanya, Shanmugam menyebut jika mayoritas warga Singapura, semua ras dan agama mendukung keputusan untuk menolak Somad masuk ke negara itu. Menurutnya hal ini karena di Singapura, semua umat beragama diperlakukan sama atas dasar yang sama. UAS disebut dilarang masuk bukan karena agamanya tetapi karena pandangannya yang radikal.

Halaman:

Editor: Usman Jayadi

Sumber: HopsID

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X