Ukraina Tuduh Rusia Lakukan Pembantaian Warga Sipil di Bucha, Foto Mayat Bergelimpangan Beredar di Medsos

- Minggu, 3 April 2022 | 23:16 WIB
Pembantaian Bucha membuktikan bahwa kebencian Rusia terhadap Ukraina melampaui apa pun yang pernah dilihat Eropa sejak Perang Dunia II. Satu-satunya cara untuk menghentikan ini: bantu Ukraina mengusir Rusia sesegera mungkin. (Dmytro Kuleba)
Pembantaian Bucha membuktikan bahwa kebencian Rusia terhadap Ukraina melampaui apa pun yang pernah dilihat Eropa sejak Perang Dunia II. Satu-satunya cara untuk menghentikan ini: bantu Ukraina mengusir Rusia sesegera mungkin. (Dmytro Kuleba)

LOMBOK INSIDER - Ukraina menuduh Rusia telah melakukan pembantaian warga sipil di kota Bucha, Ukraina.

Meskipun Rusia membantah tuduhan itu, foto mayat bergelimpangan beredar di media sosial yang menimbulkan kemarahan netizen. 

Para pemimpin dunia mengecam apa yang terjadi di kota Bucha dan menuntut dilakukan penyelidikan tentang kemungkinan kejahatan kemanusiaan. 

Baca Juga: Pengacara Hotman Paris Hutapea Beberkan Cerita di Balik Pelaporan Dirinya ke Polisi, Libatkan dr Richard Lee

Menteri Luar Negeri Ukraina pada hari Minggu menuduh pasukan Rusia melakukan "pembantaian" di kota Bucha, sementara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menggambarkan gambar mayat di sana sebagai "pukulan di perut".

Kementerian pertahanan Rusia membantah tuduhan Ukraina, mengatakan rekaman dan foto-foto yang menunjukkan mayat di Bucha adalah "provokasi lain" oleh Kyiv.

Setelah Ukraina mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukannya telah merebut kembali kendali atas seluruh wilayah Kyiv.

Baca Juga: Telusuri Pemeran Pria Lain dalam Konten Dea OnlyFans, Polisi Sita Akun Google Drive, Dea Malah Berterima Kasih

Gambar mayat dalam pakaian sipil yang ditinggalkan oleh pasukan Rusia yang berangkat mendorong seruan dari pejabat di Ukraina dan Eropa untuk sanksi yang lebih keras terhadap Rusia.

Halaman:

Editor: Maulana Hasan

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X