Amerika Serikat Gertak Rusia tentang Risiko Besar Bila Terjadi Konfrontasi Jelang Pembicaraan tentang Ukraina

- Senin, 10 Januari 2022 | 09:14 WIB
Menteri Luas Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken mendesak China mengakhiri tindakan agresif di kawasan Indo Pafisik. (Twitter @AnthonyBlinken)
Menteri Luas Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken mendesak China mengakhiri tindakan agresif di kawasan Indo Pafisik. (Twitter @AnthonyBlinken)

Blinken memperingatkan bahwa setiap hasil positif dari pembicaraan itu sebagian akan bergantung pada kesediaan Rusia untuk mundur dari sikap agresifnya, yang ia gambarkan sebagai “atmosfer eskalasi dengan senjata ke kepala Ukraina.”

“Jadi jika kita benar-benar akan membuat kemajuan, kita harus melihat de-eskalasi, Rusia menarik diri dari ancaman yang saat ini ditimbulkannya ke Ukraina,” kata diplomat top Presiden AS Joe Biden.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Terkoreksi Tipis Pagi Ini

Pada hari Minggu Moskow mengesampingkan konsesi apa pun pada pembicaraan yang sangat dinanti, yang membuka minggu diplomasi di mana para pejabat Rusia akan bertemu dengan NATO dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE).

Kremlin, yang waspada terhadap potensi ekspansi NATO ke arah timur, bersikeras bahwa kelompok itu tidak pernah memberikan keanggotaan ke Ukraina, bekas negara Soviet yang mendorong untuk bergabung dengan badan trans-Atlantik.

Washington juga mengakui bahwa Moskow telah menyatakan minatnya untuk membahas masa depan sistem rudal di Eropa.

Baca Juga: Jalani Karantina Queen Arsy Puteri Anang dan Ashanty Buka Tanya Jawab, Suka Pakai Jilbab dan Mau ke Pesantren

Blinken membuat acara bincang-bincang hari Minggu memainkan kebutuhan akan dialog.

Dia mengakui dia tidak mengantisipasi terobosan besar dalam pembicaraan, tetapi menekankan ada hukuman potensial menunggu saingan Washington jika tidak terlibat dalam diplomasi.

Rusia dapat menghadapi konsekuensi ekonomi dan keuangan yang parah, “serta NATO hampir pasti harus memperkuat posisinya di dekat Rusia serta terus memberikan bantuan ke Ukraina,” katanya kepada ABC “This Week.”

Halaman:

Editor: Kasan Mulyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X