Kasus Mandari, APPK dan GERAM: Majelis Hakim putus perkara jangan karena intimidasi

- Senin, 1 Agustus 2022 | 09:51 WIB
Ilustrasi Majelis Hakim memutus perkara tidak berdasar intimidasi. (Pixabay.com)
Ilustrasi Majelis Hakim memutus perkara tidak berdasar intimidasi. (Pixabay.com)

LOMBOK INSIDER – Koordinator Aliansi Pemuda Pemerhati Keadilan (APPK), Deni Wijaya Harmono, minta Majelis Hakim untuk objektif dalam keputusannya berdasarkan fakta-fakta hukum dalam persidangan, terkait kasus Mandari.

“Jangan karena adanya intimidasi atau tekanan dari pihak lain,” kata Deni Wijaya melalui keterangan tertulisnya, Ahad (31/72022), terkait kasus Mandari.

Menurut Deni Wijaya, sejak dari awal, kasus Mandari ini sudah penuh dengan kejanggalan-kejanggalan.

Baca Juga: Tega Banget! Pihak rumah sakit ini potong kepala bayi yang gagal lahir 

Mulai dari puluhan kali pihak kejaksaan mengembalikan berkas perkara karena di anggap tidak cukup. Hingga penggiringan opini sebagai upaya intimidasi terhadap pengadilan. 

Deni Wijaya membeberkan dalam persidangan, sandi bahkan secara tegas menyatakan barang narkoba saksi dapatkan dari robert bukan dari para terdakwa, 

Oleh karena itu jelas barang narkoba 0.4 gram tersebut bukan bersumber atau milik dari para terdakwa.

Baca Juga: Kisah Iyan menikah dengan gadis Arab, teman-teman Indonesia sampai katakan dia sudah gila 

“Artinya majelis hakim harus memutus perkara berdasarkan fakta serta alat bukti yang terungkap dalam persidangan, bukan karena intimidasi maupun tekanan dari pihak manapun,” tegasnya kembali. 

Halaman:

Editor: Agus Apriyanto LI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Breaking News! Putri Candrawathi resmi ditahan hari ini

Jumat, 30 September 2022 | 16:10 WIB

NASA menabrakkan pesawat ruang angkasa Dart di asteroid

Selasa, 27 September 2022 | 19:20 WIB
X