Tabrak burung, pesawat Lion Air JT 800 Surabaya Makassar balik ke bandara asal

- Kamis, 19 Mei 2022 | 08:27 WIB
Pesawat Lion Air. (Foto: Instagram/Lion Air Grup)
Pesawat Lion Air. (Foto: Instagram/Lion Air Grup)

SIDOARJO, LOMBOK INSIDER - 18 Mei 2022. Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan penjelasan operasional nomor JT-800 dari Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) tujuan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan (UPG) pada Rabu (18/ 05) telah dijalankan menurut standar operasional prosedur (SOP).

Lion Air penerbangan JT-800 telah dipersiapkan secara tepat. Sebelum keberangkatan, pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHR dinyatakan layak dan aman dioperasikan melalui pengecekan awal (pre flight check).

Lion Air penerbangan JT-800 dijadwalkan lepas landas pukul 16.20 WIB dengan membawa 7 (tujuh) kru dan 222 penumpang.

Baca Juga: Mesut Ozil pemain sepak bola internasional asal Jerman datang ke Indonesia, ternyata ini yang akan dilakukan

Fase mengudara (take off) berjalan normal. Berkisar 15 menit, ada indikator di kokpit yang menunjukan indikasi tidak sesuai dengan yang semestinya, sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali. Pilot memutuskan kembali ke Bandar Udara Internasional Juanda (return to base/ RTB).

Pesawat mendarat secara normal. Setelah pesawat parkir dengan sempurna pada tempatnya, seluruh penumpang diarahkan ke ruang tunggu.

Hasil pengecekan, pesawat bagian depan sebelah kanan mengalami bird strike. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan mendetail.

Baca Juga: Seven in ten adults in Indonesia say their home nation will top the SEA Games medal tally

Lion Air telah menginformasikan dampak yang timbul kepada seluruh penumpang.

Lion Air mempersiapkan penerbangan JT-800 dengan pesawat pengganti yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LGQ. Pesawat berangkat pukul 20.13 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.19 WITA.

Insiden bird strike akan terus dipelajari dalam operasional penerbangan, dinilai sangat perlu dikembangkan untuk mengantisipasi gangguan burung di sekitar wilayah penerbangan, sebagai keseriusan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan.

Editor: Usman Jayadi

Sumber: Lion Air Group

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X