• Selasa, 7 Desember 2021

Investasikan Rp391 M, PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Pulau Lombok

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:33 WIB
PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk mendukung perhelatan akbar di Kawasan Ekonomi Mandalika. (PLN NTB)
PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk mendukung perhelatan akbar di Kawasan Ekonomi Mandalika. (PLN NTB)

LombokInsider.com - PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk mendukung perhelatan akbar di Kawasan Ekonomi Mandalika dengan memberikan pasokan energi listrik yang andal.

Guna memastikan hal tersebut, PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berhasil melakukan pemberian tegangan penuh pada GIS (Gas Insulated Switchgear) Lombok Peaker, Sistem Saluran Kabel Bawah Tanah 150 kV Ampenan – Switching Mataram, Gardu Induk Switching Mataram, Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV Mataram Incomer dan Gardu Induk Mataram yang berkapasitas 60 MVA.

“Total investasi yang dikeluarkan oleh PLN adalah sebesar 391 Milyar untuk merealisasikan keseluruhan proyek. Selain untuk persiapan even internasional, tentunya untuk menjaga kualitas pelayanan PLN kepada masyarakat,” ujar General Manager UIP Nusra, Josua Simanungkalit.

Dijelaskan, proses pemberian tegangan dilakukan mengoperasikan secara penuh beberapa sistem kelistrikan pada sistem Lombok.

Baca Juga: Jabar Kokoh di Puncak Klasmen, Jatim dan DKI Menyusul, NTB Tambah 1 Emas dan 3 Perunggu

GIS Lombok Peaker dengan kapasitas 60 MVA yang berlokasi di Tanjung Karang ini menyalurkan energi listrik dari PLTMGU Lombok Peaker ke sistem Saluran Kabel Bawah Tanah (SKTT) sepanjang 11,2 kilometer sirkuit (kms) menuju ke Gardu Induk Switching Mataram yang berlokasi di Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari.

Kemudian dari Gardu Induk Switching Mataram disalurkan lagi melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Mataram Incomer sepanjang 25,92 kilometer sirkuit (kms) dan berakhir di Gardu Induk Mataram yang berkapasitas 2x60 MVA yang berlokasi di Grimax Mataram.

Josua menambahkan, PLN melakukan pembangunan jalur tol listrik Lombok sejak tahun 2008. Proses dimulai dari proses perizinan, survei lokasi tapak tower, sampling uji tanah, penyusunan desain gambar hingga pembebasan lahan tapak tower disepanjang jalur ring pulau Lombok.

Dengan kondisi geografis yang beraneka ragam mulai tanah datar, perkebunan, pertanian, kawasan hutan, perbukitan, lembah, memberikan tantangan dalam pengerjaan pembangunan pondasi tapak tower, perakitan tower hingga pembebasan jalur kawat transmisi dan juga penarikan transmisinya sendiri.

Halaman:

Editor: Agus Apriyanto LI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Industri Aset Kripto di Indonesia Semakin Masif

Senin, 6 Desember 2021 | 13:01 WIB

PLN Tanam 10.000 Pohon Mangrove di Gili Petagan

Senin, 29 November 2021 | 20:38 WIB

Harga Mata Uang Kripto Rontok di Akhir Pekan

Sabtu, 27 November 2021 | 14:06 WIB
X