• Selasa, 7 Desember 2021

Festival Film Sumbawa 3: Suarakan Hak Manusia yang Berbudaya

- Senin, 11 Oktober 2021 | 10:18 WIB
Festival Film Sumbawa (FFS) merupakan festival film pertama di Pulau Sumbawa, diinisiasi oleh komunitas film Sumbawa Cinema Society (SCS) dan Yayasan Masyarakat Film Sumbawa (YMFS). (Sumbawa Cinema Society (SCS) / Yayasan Masyarakat Film Sumbawa (YMFS). )
Festival Film Sumbawa (FFS) merupakan festival film pertama di Pulau Sumbawa, diinisiasi oleh komunitas film Sumbawa Cinema Society (SCS) dan Yayasan Masyarakat Film Sumbawa (YMFS). (Sumbawa Cinema Society (SCS) / Yayasan Masyarakat Film Sumbawa (YMFS). )

LombokInsider.com - Festival Film Sumbawa (FFS) merupakan festival film pertama di Pulau Sumbawa yang diinisiasi oleh komunitas film Sumbawa Cinema Society (SCS) yang dalam perkembangannya bermetamorfosa menjadi Yayasan Masyarakat Film Sumbawa (YMFS).

“Festival film ini bertujuan untuk merayakan aktivitas perfilman di Sumbawa melalui enam kegiatan utamanya yaitu apresiasi, produksi, festival film, pengembangan kapasitas, menguatkan jaringan, dan pengarsipan film,” jelas Anton Susilo, yang merupakan founder SCS.

Dimulai sejak 2019, FFS tahun ini merupakan yang ketiga kalinya dengan mengusung tema “Perempuan, Alam, dan Ketahanan Budaya.” Ketiga kata kunci ini masih sangat relevan untuk diangkat dan didiskusikan hari ini.

Sejak awal, FFS secara konsisten menyuarakan hak-hak manusia dalam berkebudayaan, serta memanfaatkan kekuatan medium film untuk menggaungkan isu-isu kritis yang kerap kali diabaikan oleh khalayak.

Baca Juga: Semakin Seru! Berikut Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta 11 Oktober 2021

Meski dua tahun terakhir ini pandemi masih menerjang, namun berkat dukungan berbagai pihak FFS tahun ini diselenggarakan mulai 9 Oktober hingga 28 November 2021 mendatang.

“Tahun ini, FFS didukung antara lain oleh Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK), Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud RI; Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, Dewan Kesenian Kabupaten Sumbawa (DKS), Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa, Beras 169, Sumbawa Multimedia, Kronik Sumbawa dan ada beberapa lembaga yang sedang dalam tahap MoU,” ujarnya.

Serangkaian acara Festival Film Sumbawa tahun ini terdiri dari sosialisasi program festival, seminar nasional perfilman secara daring, lokakarya film, dan kompetisi film pelajar, layar tancap atau open air cinema lalu ditutup dengan malam penganugerahan (awarding night) yang akan memutar dan mengapresiasi film-film finalis serta pemberian piala dan hadiah bagi filmmaker yang meraih juara.

Sementara Yuli Andari, founder YMFS mengatakan bahwa, semua program yang telah ditetapkan memiliki catatan dan ketentuan yang berlaku, baik secara target peserta maupun regulasi program.

Halaman:

Editor: Agus Apriyanto LI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Industri Aset Kripto di Indonesia Semakin Masif

Senin, 6 Desember 2021 | 13:01 WIB

PLN Tanam 10.000 Pohon Mangrove di Gili Petagan

Senin, 29 November 2021 | 20:38 WIB

Harga Mata Uang Kripto Rontok di Akhir Pekan

Sabtu, 27 November 2021 | 14:06 WIB
X