• Selasa, 7 Desember 2021

Tinjau Pelaksanaan Vaksin Bagi Masyarakat Bromo Tengger, Plh Sekda Prov Jatim: Pariwisata Jatim Siap Dibuka

- Rabu, 29 September 2021 | 21:40 WIB
Pengunungan Tengger dengan Gunung Bromo menjadi daya tarik utama pariwisata Jawa Timur. (LombokInsider.com)
Pengunungan Tengger dengan Gunung Bromo menjadi daya tarik utama pariwisata Jawa Timur. (LombokInsider.com)

LombokInsider.com - Sebagai rangkaian HUT Jawa Timur ke-76 pada 12 Oktober 2021 mendatang, Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Jawa Timur Heru Tjahjono, meninjau pelaksanaan vaksinasi dan membagikan bantuan sosial di Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo, Jumat (24/9/2021).

Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono memastikan, bahwa kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan tersebut berjalan dengan baik dan menyeluruh, khususnya bagi masyarakat di kawasan pariwisata Bromo Tengger Semeru (BTS). Hal ini dilakukan, pasca kawasan BTS akan kembali dibuka secara bertahap bagi para wisatawan.

"Wisata Jatim siap dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat. Sesuai dengan arah Ibu Gubernur, masyarakat agar tidak jumawa (sombong) dengan menurunnya jumlah angka kasus Covid-19 di Jawa Timur. Masyarakat harus tetap konsisten patuh terhadap protokol kesehatan," jelasnya.

Baca Juga: Pelatih Timnas Shin Tae-yong Panggil 30 Pemain untuk Laga Lawan Taiwan

Heru menyampaikan, pemenuhan vaksin di daerah juga menjadi hak immunity bagi masyarakat dikawasan Suku Tengger. Utamanya untuk masyarakat di kawasan pariwisata. Ini dilakukan agar masyarakat kembali beraktifitas dengan normal, sehingga ekonomi Jatim kembali bangkit.

Dalam kesempatan tersebut, Plh Sekdaprov Jatim Heru didampingi langsung Kalaksa BPBD Prov. Jatim Budi Santosa, Kepala BAPPEDA Jatim M Yasin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim Sinarto, serta Asisten II Sekertaris Kabupaten Probolinggo Hasyim Ashari, untuk meninjau pelaksanaan vaksin bagi masyarakat yang dilakukan di Pendopo Agung Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura dan Balai Desa Ngadisari. Tidak hanya vaksin untuk kalangan dewasa, kegiatan tersebut juga diikuti oleh anak-anak usia diatas 12 tahun.

"Kalau habis vaksin, meski sudah bisa kemana-kemana maskernya harus tetap dipakai sampai atas hidung," pesan Heru kepada Radit, salah satu peserta vaksin anak, yang berusia 12 tahun.

Baca Juga: Menhan Prabowo Meninjau Latihan Pembulatan Komcad di Pusdiklatpassus Batujajar

Pada kegiatan vaksin di Desa Ngadisari ini, diikuti oleh puluhan masyarakat dosis pertama, dengan sasaran vaksinasi para Pedagang Kaki Lima (PKL), sebagian kecil warga Desa Wonokerto dan sekitarnya yang belum vaksin. Term asuk para juru parkir dengan menggunakan vaksin Sinovac didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kab. Probolinggo dan Puskesmas setempat.

Usai meninjau vaksin, Plh Sekdaprov Jatim yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga melakukan penyerahan bantuan sosial, diantaranya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya kepada Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, senilai Rp 100 Juta. Dimana Desa Ngadisari mendapatkan prestasi menyandang status 'Desa Mandiri'.

Halaman:

Editor: Kasan Mulyono

Sumber: Pemprov Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X