• Selasa, 21 September 2021

Inovasi "Sabtu Budaya", Wagub: Keberadaan Sekolah Harus Memberikan Manfaat

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 05:40 WIB
IMG-20210831-WA0000
IMG-20210831-WA0000

Giri Menang, LombokInsider.com - Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., berpesan agar sekolah sebagai pusat pendidikan harus dapat memberikan manfaat, efek dan pengaruh yang baik terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

"Bukan hanya mendidik anak-anak, tetapi dapat merubah pola pikir, perilaku dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat disekitar sekolah," pesan Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., saat melaunching dan memberikan motivasi Kegiatan "Sabtu Budaya" yang berisi praktek Gotong Royong, Permainan Rakyat, Olahraga Traditional Dan Penguatan dan Pengembangan Organisasi Sekolah, Kepada Jajaran Dikbud NTB,Senin (30/8/21) di SMAN 1 Lingsar Lombok Barat.

Menurutnya, salahsatu contoh adalah, pemahaman tentang lingkungan, tidak sekedar dimaknai bersih dan tidak ada sampah. Tapi lebih luas lagi, bersih itu keseluruhan, termasuk bersih dari dalam hati.

Untuk itu, program Zero Waste di SMAN 1 Lingsar yang bekerjasama dengan Bank BNI merupakan hal baik. Siswa diajarkan membiasakan diri memilah dan mengumpulkan sampah, untuk dijual dan uangnya langsung ditabung di tabungan siswa.

"Mereka bisa kumpulkan sampah dari rumah, untuk dijual sehingga menghasilkan uang," sebut Wagub.

Untuk itu, praktek dan kegiatan seperti ini disamping pembiasaan bagi warga sekolah harus menyasar masyarakat. Sehingga pengaruhnya dirasakan. Sampah itu berkah dan sumberdaya yang mendatangkan nilai ekonomi juga diikuti oleh masyarakat sekitarnya.

"Ini contohnya bahwa kehadiran sekolah itu merubah perilaku terhadap pandangan masyarakat untuk menjaga lingkungannya dari sampah," tutur cucu Pahlawan Nasional dari Lombok NTB ini.

Senada, Kadis Dikbud dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Sabtu Budaya dapat menguatkan karakter bangsa, seperti budaya gotong royong yang sesuai dan sejalan dalam mendukung program NTB Zero Waste.

Selain warga sekolah, Sabtu Budaya juga melibatkan Ibu PKK jajaran Dikbud hingga sekolah. Yang didalamnya memanfaatkan karya-karya lokal. Seperti pakian-pakian adat yang dapat dioptimalkan.

"Walaupun tidak mampu membeli, tapi dapat menyewa, sehingga roda perekonomian berputar dan UMKM berdaya," ungkap Aidy Furqon.

Ini merupakan wujud nyata keberpihakan dan peran dunia pendidikan untuk mengajak masyarakat dan memberikan pengaruh baik, tentang mencintai produk lokal UMKM di NTB.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Asisten 1, Karo Adpim Setda Prov. NTB, Rektor UNU NTB, Kabid Kebudayaan Dikbud, Staf Ahli Gubernur Bidang Sosmas, sejumlah eselon III dan jajaran Dikbud se- NTB melalui offline dan online. (LI).

Editor: Agus Apriyanto

Tags

Terkini

Sambut WSBK 2021, Pemprov NTB Gencarkan Vaksinasi

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB

Johan Dorong Masyarakat Sumbawa Tanam Bawang Merah

Rabu, 15 September 2021 | 06:07 WIB

Soal Gahtan, Dewan Segera Besikap

Rabu, 15 September 2021 | 05:48 WIB

Wagub NTB: Vaksin Aman Bagi Ibu Hamil

Rabu, 8 September 2021 | 06:24 WIB

SAKIP 2021, Sekda: Komitmen Pemprov NTB Bersih Melayani

Selasa, 7 September 2021 | 03:56 WIB

Gubernur NTB Putuskan Kontrak dengan PT GTI

Jumat, 3 September 2021 | 14:22 WIB
X