• Sabtu, 22 Januari 2022

Bina Pedagang di Destinasi Wisata Suranadi, Dispar Gandeng PKK NTB

- Senin, 30 Januari 2017 | 20:00 WIB
DSCN4335
DSCN4335

Suranadi, LombokInsider.com – Untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan pariwisata, serta rasa nyaman dan aman akan pelayanan kuliner yang ada di destinasi wisata, maka pada Minggu (29/1) Pemerintah Provinsi, melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB bekerjasama dengan PKK NTB melaksanakan acara Pencanangan Aksi Cipta Pesona, di Desa Wisata Suranadi. Melalui acara ini para pedangang diberikan bantuan, penyuluhan dan pembinaan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada wisatawan yang datang ke Suranadi, khususnya tentang kebersihan. Suranadi dipilih menjadi lokasi pertama pembinaan ini dengan alasan Suranadi sudah terkenal di kalangan wisatawan terutama penikmat kuliner.

-
SAMBUTAN. Kadispar NTB, HL. Moh Faozal saat Memberikan Sambutan dan Laporan pada Acara Pencanangan Aksi Cipta Pesona, di Desa Wisata Suranadi, Minggu (29/1).

Tingkatkan Kualitas Destinasi Wisata

“Mengapa kita memilih Suranadi, karena daerah ini sudah punya branding yang terkenal dikalangan wisatawan, baik diseputar Lombok bahkan hingga keluar daerah. Dengan peningkatan jumlah pengunjung yang datang menikmati kuliner utamanya sate Bulayak, dimana yang berjualan kebanyakan ibu-ibu, maka kami menggandeng PKK karena mereka bisa lebih mudah memahami pedagang ini,” ungkap Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal. Selain untuk memberikan pembinaan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan jualannya, pada kesempatan itu para pedagang dan kelompok sadar wisata juga diberikan bantuan, berupa peralatan dagang, uang tunai Rp5 Juta untuk masing-masing kelompok, serta penyerahan 6 unit toilet umum di kawasan tersebut.

Sementara itu, Hj. Erica Zainul Majdi, yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK NTB menyatakan bahwa kebersihan harus menjadi fokus utama dari sebuah tempat wisata, terutama tempat wisata sebagai pusat kuliner. “Kita akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan di tempat wisata terutama kebersihan dan kenyamanan. Karena pengunjung yang datang ke tempat wisata kalau mau makan, pasti pertama yang dicari itu tempat yang bersih,” ujar Erica. “Kedepannya, kita juga ajarkan bagaimana cara memasak yang higienis, tata cara menghidangkan dan selalu menjaga kebersihan sampahnya hingga membersihkan peralatan makan. Hal ini tentunya sangat berpengaruh juga terhadap keuntungannya,” imbuhnya.

-
Undangan yang Hadir pada Pencanangan Aksi Cipta Pesona.

Saran yang baik juga diberikan oleh Wakil Ketua Tim Penggeraj PKK NTB, Hj. Syamsiah Muh. Amin yang menyarankan agar para pedagang juga mulai memperhatikan penampilan. Karena pengunjung tentu akan lebih nyaman jika pedagang yang memasak makanan yang mereka santap berpakaian rapi dan bersih. “Sudah harus mulai diperhatikan penampilan para pedagang yang berjualan, selain itu lapak-lapak yang tersedia juga harus dipoles, karena banyak temboknya yang sudah mulai rapuh,” pesannya.

Bantuan Dana dan Peralatan

Seperti yang telah disebutkan diatas, selain memberikan pembinaan singkat, Dispar dan PKK juga menyerahkan sejumlah bantuan bagi para pedagang. Seperti 30 paket alat berjualan untuk pedagang Sate Bulayak Suranadi dan sepuluh paket untuk pedagang di Desa Sesaot. Paket ini terdiri atas bakul, celemek, alat pemanggang sate dan ‘ampet’ alias kipas.

-
Kadispar Menyerahkan Bantuan Kepada Pokdarwis di Desa Wisata Suranadi.

Selain itu, bantuan dana juga diberikan bagi empat kelompok pelaku wisata di Desa Suranadi dan dua kelompok di Desa Sesaot. Kelompok yang terdiri atas enam sampai tujuh orang ini masing-masing mendapatkan bantuan dana pengembangan usaha sebesar Rp5 juta. “Kita berikan bantuan modal usaha tiap kelompoknya. Dan itu kita tidak menarik bunga, tapi biarkan berputar di internal mereka. Total untuk pembinaan 24 desa wisata di seluruh NTB tahun ini kita akan anggarkan Rp 200 juta,” pungkas Faozal.

Tidak hanya Suranadi, hal yang sama selanjutnya akan dilakukan pada Desa Sesaot, Malaka, Kuta, Selong Belanak bahkan hingga Bima dan Sumbawa, sebagai tujuan berikutnya bagi pengembangan desa wisata ini. Dimulai dari hal paling dasar yakni menerapkan Sapta Pesona Wisata. Dengan terciptanya suasana bersih, aman, tertib, indah, sejuk dan ramah yang akan menyisakan kenangan yang indah bagi wisatawan, hal ini tentunya sesuai dengan branding Internasional Friendly Lombok. (LI/AA)

Editor: Agus Apriyanto LI

Tags

Terkini

Sambut WSBK 2021, Pemprov NTB Gencarkan Vaksinasi

Senin, 20 September 2021 | 19:18 WIB

Johan Dorong Masyarakat Sumbawa Tanam Bawang Merah

Rabu, 15 September 2021 | 06:07 WIB

Soal Gahtan, Dewan Segera Besikap

Rabu, 15 September 2021 | 05:48 WIB
X