Bertubi tubi Startup lakukan PHK karyawan, Rhenald Kasali : Bukan karena resesi

- Sabtu, 26 November 2022 | 14:04 WIB
Ilustrasi para tenaga kerja yang saat ini terancam kena PHK terkhusus di perusahaan startup yang sedang melakukan efisiensi (IG korantempo.co)
Ilustrasi para tenaga kerja yang saat ini terancam kena PHK terkhusus di perusahaan startup yang sedang melakukan efisiensi (IG korantempo.co)

LOMBOK INSIDER – Bekerja di perusahaan rintisan seperti startup, unicorn hingga decacorn sempat menjadi salah satu pekerjaan yang diincar para fresh graduated. Fasilitas yang memadai di kantor serta gaji yang besar menjadi salah satu alasannya.

Tapi sekarang kondisi ini mulai berbalik. Hal tersebut ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan startup yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dilansir oleh Lombok Insider melalui YouTube channel CNN Indonesia pada Sabtu, 26 November 2022. Diketahui bahwa Prof Renald Kasali Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sekaligus Founder Rumah Perubahan, mengungkapkan alasan terjadinya PHK massal di berbagai perusahaan startup.

Baca Juga: Farel Prayoga 'Ojo Dibandingke' bak kacang lupa kulitnya, Agung Blarak sosok di balik suksesnya dibuat kecewa

Kondisi saat ini diungkapkan oleh Prof Renald Kasali, bahwa ekonomi dunia situasi nya sangat membingungkan. Diawali dari Amerika Serikat yang mana pertumbuhan ekonomi sebelumnya dua kwartal minus, kemudian tiba-tiba sekarang mengalami pertumbuhan 2,5 persen.

Lebih menarik lagi, jika sekarang dilakukan PHK besar-besaran di startup tetapi perusahaan-perusahaan di Amerika sendiri susah merekrut pegawai.

Menurutnya beban gaji yang ditanggung oleh startup saat ini terlalu besar. Sebelumnya saat kondisi normal, mereka mampu memberikan gaji yang besar sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang berpotensi tinggi bagi perusahaan.

Baca Juga: Inilah trik cerdik Bunga Citra Lestari agar tuduhan hamil dan buncit tak berlaku lagi terhadap dirinya

Namun saat ini, karena saya dukung dan pendapatan yang dibandingkan dengan beban gaji yang terlalu besar.

Halaman:

Editor: Glenaldi Hutahaean SP

Sumber: YouTube channel CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X